logo tb
BeritaDaerahJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Tanpa Polisi, Premanisme Akan Merajalela: Masyarakat Harus Bijak dan Tidak Terprovokasi

117
×

Tanpa Polisi, Premanisme Akan Merajalela: Masyarakat Harus Bijak dan Tidak Terprovokasi

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Di tengah kondisi sosial dan ekonomi yang penuh tantangan, peran aparat penegak hukum seperti kepolisian menjadi sangat penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat.

Tanpa kehadiran polisi, dikhawatirkan aksi premanisme dan kekerasan bisa merajalela, mengancam ketertiban umum serta keselamatan warga sipil.

Sudah menjadi fakta umum, ketika masyarakat menghadapi masalah, baik kecil maupun besar, mereka cenderung mencari bantuan dan perlindungan dari polisi.

Ini membuktikan bahwa institusi kepolisian tetap menjadi pilar penting dalam menjaga rasa aman dan keadilan di tengah masyarakat.

Baru-baru ini, tragedi memilukan terjadi ketika sebuah mobil dinas milik Brimob terlibat kecelakaan yang menyebabkan meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol).

Kejadian ini langsung ditindaklanjuti oleh pihak berwenang. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun menunjukkan empati dan tanggung jawab moral dengan mengunjungi langsung rumah duka, menyampaikan belasungkawa, serta meminta maaf secara pribadi kepada keluarga almarhum.

Langkah cepat dan terbuka ini menjadi bukti bahwa institusi kepolisian tidak menutup mata terhadap kesalahan yang terjadi di internalnya. Proses hukum pun sedang berjalan, dan transparansi menjadi komitmen utama.

Namun, di sisi lain, muncul narasi-narasi provokatif yang mencoba memanfaatkan tragedi ini untuk menghasut masyarakat agar melakukan aksi demonstrasi anarkis.

Di tengah kondisi perekonomian yang sedang sulit, masyarakat justru diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh ajakan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Polisi juga manusia. Mereka punya keluarga, anak, dan istri yang menunggu di rumah. Dalam menjalankan tugas, banyak dari mereka yang terluka, bahkan ada yang gugur. Apakah keluarganya tidak merasa sedih?” ujar Agung Sulistio, Pimpinan Redaksi KabarSBI.com.

Ia menambahkan, bahwa sebagai masyarakat yang cerdas dan peduli terhadap masa depan bangsa, kita harus lebih bijak dalam menyikapi peristiwa. Daripada ikut dalam aksi anarkis yang berpotensi merusak, lebih baik memfokuskan diri pada hal-hal produktif untuk kesejahteraan keluarga.

“Kita tidak bisa membayangkan Indonesia tanpa polisi. Siapa yang akan menjaga jalanan? Menyelesaikan konflik? Menjaga keamanan pemilu? Jangan sampai kita termakan emosi sesaat dan justru merugikan diri sendiri,” tutupnya.

Mari bersama-sama menjaga ketertiban dan memperkuat solidaritas antar warga, sambil tetap mengawasi dan mendukung reformasi di tubuh kepolisian agar makin profesional dan berpihak pada keadilan.

(Daniel Turangan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *