logo tb
BeritaDaerahMakasarNasionalNewsSulselTerkiniTNI / POLRI

Aksi Sukhoi Skadron Udara 11 Paksa Pesawat Asing Mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin

69
×

Aksi Sukhoi Skadron Udara 11 Paksa Pesawat Asing Mendarat di Lanud Sultan Hasanuddin

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Makasar – Sulawesi Selatan, Lanud Sultan Hasanuddin menggelar simulasi force down pesawat asing sebagai bagian dari manuver lapangan Latihan Kesiapsiagaan Operasi Koopsudnas TA 2025 pada Kamis (20/11/2025).

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto menegaskan, latihan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan unsur pertahanan udara dalam merespons ancaman terhadap kedaulatan nasional.

PEMIMPIN REDAKSI TARGET BERITA

“Latihan ini untuk menguji kesiapan, koordinasi dan kecepatan respons seluruh unsur dalam penindakan pasca force down,” turut Arifaini dikutip dari keterangan Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin dalam Instagram @lanudsultanhasanuddin, Jumat (21/11/2025).

Selain itu, latihan yang sama juga diharapkan dapat meningkatkan interoperabilitas serta kemampuan unsur-unsur Operasi Penegakan Hukum dan Pengamanan Wilayah Udara (Opsgakkumpamwilud).

Simulasi melibatkan dua pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 dari Skadron Udara 11, di mana diskenariokan terdapat pesawat asing jenis Lasa X yang terdeteksi memasuki wilayah udara Indonesia tanpa izin melintas.

Merespons kondisi tersebut, Komando Atas memberi instruksi kepada dua pesawat tempur Sukhoi untuk scramble dan melakukan intercept (penghadangan).

Sukhoi berhasil mengarahkan pesawat asing tersebut untuk mendarat di apron base ops Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.

“Setelah pesawat berhasil diturunkan, unsur Lanud Sultan Hasanuddin langsung melakukan penindakan pasca force down. Personel Korpasgat memasuki pesawat untuk mengamankan awak dan kabin dari kemungkinan benda berbahaya,” jelas Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin.

Langkah tersebut dilanjutkan dengan pemeriksaan atau screening awal terhadap penumpang dan barang bawaan oleh Tim Satpom, Intelpam, serta tim dari beberapa kementerian dan lembaga terkait.

Seluruh awak dan penumpang kemudian dibawa ke crisis center untuk pemeriksaan lanjutan.

Dugaan pelanggaran wilayah udara akan diproses oleh penyidik TNI AU hingga tahap pelimpahan berkas perkara.

(Red)