logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Refleksi Akhir Tahun BNPT: Senyap di Ruang Fisik, Riuh di Ruang Digital

28
×

Refleksi Akhir Tahun BNPT: Senyap di Ruang Fisik, Riuh di Ruang Digital

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memberikan catatan krusial dalam refleksi akhir tahun 2 Terjadi pergeseran paradigma ancaman terorisme di Indonesia: dari serangan fisik yang mulai terkendali menuju peperangan ideologi yang masif di ruang siber, dengan target utama kelompok usia remaja.

Kepala BNPT Eddy Hartono mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya telah mengidentifikasi sedikitnya 21.199 konten bermuatan intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRT). Konten-konten ini melampaui sekadar propaganda, melainkan sudah mencakup skema pendanaan hingga taktik perekrutan secara daring.

Anak-Anak di Pusaran Radikalisasi Digital

Salah satu temuan paling mengkhawatirkan adalah keterpaparan generasi muda.

Data Densus 88 AT Polri menunjukkan terdapat 112 anak di 26 provinsi yang telah menjalani pemeriksaan akibat terpapar radikalisasi melalui ruang digital.

“Meskipun serangan fisik terkendali, peperangan ideologi kini bergeser ke ruang privat anak-anak. Mereka menghadapi kerentanan psikologis dan risiko menjadi lone actor (pelaku tunggal) tanpa pernah melakukan pertemuan fisik dengan perekrutnya,” jelas Eddy di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Strategi Kontra-Radikalisasi dan Penegakan Hukum

Merespons fenomena ini, BNPT memperkuat benteng pertahanan melalui program Sekolah Damai dan Kampus Kebangsaan.

Selain itu, sebuah Satuan Tugas (Satgas) Kontra Radikalisasi yang melibatkan delapan kementerian/lembaga telah dibentuk untuk membanjiri ruang digital dengan narasi perdamaian dan penguatan ideologi Pancasila.

Di sisi penegakan hukum dan perlindungan:

Penindakan: Densus 88 AT Polri melakukan tindakan hukum terhadap puluhan terduga teroris sepanjang 2025.

Pemutusan Akses: BNPT mengusulkan take-down terhadap ribuan konten radikal.

Pemulihan Korban: Negara memberikan bantuan psikososial, rehabilitasi, dan penerbitan surat penetapan korban bagi penyintas terorisme masa lalu maupun baru.

Indeks Perdamaian Membaik, Kewaspadaan Tetap Tinggi
Secara global, posisi Indonesia dalam penanganan terorisme menunjukkan tren positif. Berdasarkan data tahun 2025:

Global Peace Index (GPI): Peringkat 49 dari 163 negara.

Global Terrorism Index (GTI): Peringkat 30 dari 163 negara.

World Terrorism Index (WTI): Peringkat 51 dari 163 negara.

“Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun ancaman masih ada, dampaknya relatif terkendali dan menunjukkan perbaikan dibanding tahun sebelumnya,” tandas Eddy.

BNPT pun mengajak seluruh komponen bangsa untuk memperkuat sinergi guna memutus mata rantai radikalisme yang kini bersembunyi di balik layar gawai.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *