logo tb
Amerika SerikatBeritaInternasionalNewsTerkini

Pasca Penyitaan Kapal Tanker, Pejabat Rusia Minta Kapal AS Ditenggelamkan

89
×

Pasca Penyitaan Kapal Tanker, Pejabat Rusia Minta Kapal AS Ditenggelamkan

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Amerika Serikat, Hubungan antara Amerika Serikat dan Rusia kembali memanas setelah militer AS berhasil menyita sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia Marinera di perairan Atlantik Utara.

AS menyebut sebagai operasi penegakan sanksi yang telah berlangsung selama berminggu-minggu.

Operasi penyitaan dilakukan di laut lepas dekat perairan Islandia setelah kapal yang sebelumnya bernama Bella 1 tersebut menghindari upaya boarding oleh Penjaga Pantai AS di Karibia, mengubah nama dan pendaftarannya ke Rusia.

AS mengklaim kapal bagian dari “armada bayangan” yang mengangkut minyak terkait dengan Venezuela, Rusia, dan Iran—melanggar sanksi yang diberlakukan Washington.

Setelah kapal dikendalikan oleh pasukan AS berdasarkan surat perintah federal, Rusia mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum maritim internasional dan “pembajakan terang-terangan”, serta menuntut pemulangan awak kapal dengan aman.

Pernyataan dari Moskow menegaskan bahwa di laut lepas tidak ada negara yang berhak menggunakan kekerasan terhadap kapal berbendera negara lain.

Menanggapi penyitaan ini, Alexey Zhuravlyov, Deputi di Duma Negara Rusia, memperingatkan bahwa Moskow harus mempertimbangkan tanggapan militer terhadap AS.

“Tanggapan militer diperlukan: serangan dengan torpedo dan penenggelaman beberapa kapal Amerika,” kata Zhuravlyov.

Sebelumnya, Amerika Serikat telah melacak Marinera selama lebih dari dua minggu setelah kapal itu melarikan diri dari pengejaran di sekitar Venezuela.

Operasi gabungan yang dipimpin oleh Departemen Kehakiman, Homeland Security, dan militer AS melibatkan pengawasan udara dan laut intensif sebelum akhirnya kapal itu berhasil diamankan di Atlantik Utara.

Perkembangan terbaru ini menambah dimensi baru dalam hubungan AS-Rusia yang sudah tegang, khususnya di tengah perselisihan geopolitik yang lebih luas mengenai sanksi internasional, keamanan energi, dan penegakan hukum maritim.

Dalam beberapa hari terakhir, operasi penegakan sanksi oleh AS terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam perdagangan minyak Venezuela telah memicu kritik dari beberapa negara dan meningkatkan risiko benturan militer di luar wilayah darat.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *