logo tb
BeritaDaerahJawa TimurMalangNasionalNewsTerkini

Revitalisasi Pasar Tawangmangu Kota Malang Butuh Rp. 35 Miliar

57
×

Revitalisasi Pasar Tawangmangu Kota Malang Butuh Rp. 35 Miliar

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Malang – Jawa Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mengupayakan pendanaan revitalisasi Pasar Tawangmangu melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Revitalisasi pasar tradisional tersebut direncanakan mengusung konsep modern tanpa meninggalkan ciri khas pasar rakyat, serupa dengan penataan Pasar Klojen.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, mengatakan pihaknya bersama Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dan anggota DPRD Kota Malang telah melakukan koordinasi ke pemerintah pusat.

“Masih proses di Kementerian Perdagangan RI,” ujar Eko, Jumat (9/1/2026).

Eko menjelaskan, rombongan Pemkot Malang mendatangi Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta untuk membahas rencana revitalisasi Pasar Tawangmangu.

Dalam perencanaannya, pasar akan ditata lebih modern dan tertata, namun tetap mempertahankan nuansa tradisional.

“Pedagang tetap bisa berjualan seperti biasa. Nantinya juga akan diakomodir usaha lain seperti kafe. Modelnya seperti Pasar Klojen,” terangnya.

Menurut Eko, revitalisasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan inovasi agar pasar kembali ramai dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, pedagang Pasar Tawangmangu, Baroji, menyambut baik rencana revitalisasi tersebut. Ia menilai kondisi pasar saat ini sudah tidak nyaman untuk aktivitas jual beli.

“Pasarnya terkesan kumuh. Kalau hujan, jalanan becek. Dulu tidak ada saluran air, jadi sering banjir. Sekarang sudah ada, tapi tetap perlu pembenahan,” ungkapnya.

Baroji menekankan pentingnya aspek kenyamanan dan keamanan dalam revitalisasi pasar.

Ia menyebut beberapa titik di area pasar, khususnya bagian barat, tergolong rawan.

“Kami ingin pasar nyaman dan aman, baik untuk pedagang maupun pembeli,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, para pedagang sudah lama berharap revitalisasi segera dilakukan.

Meski rutin membayar retribusi, pedagang merasa belum mendapatkan manfaat yang sepadan.

“Retribusi naik terus, tapi tidak terasa kembali ke kami. Saya bayar Rp. 4.000 per hari,” akunya.

Dari legislatif, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menilai Pasar Tawangmangu menjadi pasar tradisional yang paling mendesak untuk direvitalisasi.

Pasalnya, pasar tersebut belum tersentuh pembangunan selama puluhan tahun.

“Pasar Tawangmangu ini satu-satunya di Kota Malang yang belum direvitalisasi. Pasar lain rata-rata sudah diperbaiki, padahal umurnya hampir 40 tahun. Kondisinya sekarang sudah tidak layak,” tegas Bayu.

Bayu mengungkapkan, pihaknya telah mendorong penyusunan Detail Engineering Design (DED) yang kini telah rampung pada Desember 2025 sebagai syarat pengajuan revitalisasi ke pemerintah pusat.

“DED sudah jadi. Selanjutnya kami dorong ke APBN karena dengan kondisi fiskal daerah dan pemotongan TKD, APBD tidak memungkinkan,” jelasnya.

Berdasarkan DED, estimasi anggaran revitalisasi Pasar Tawangmangu mencapai sekitar Rp. 35 miliar.

Karena nilai proyek di atas Rp. 12 miliar, pelaksanaannya kemungkinan akan ditangani oleh Kementerian PU, meski proses awal tetap melalui Kementerian Perdagangan.

“Dengan keterbatasan anggaran daerah, Pemkot harus aktif menjemput bola ke pemerintah pusat,” pungkas Bayu.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *