Targetberita.co.id Jakarta, Aryaduta hotel (17/1/2026), menjadi saksi lahirnya sebuah babak baru dalam politik nasional.
Rakernas RG menegaskan kehadirannya sebagai kekuatan politik baru yang mengklaim lahir dari kegelisahan publik terhadap praktik politik lama.
Politik Jalan Baru
Berbeda dari Rakernas umumnya, GR mengusung narasi perubahan terhadap politik elitis yang dinilai kian menjauh dari rakyat.
Andi Ahmat sebagai pengurus Kota Kendari menekankan bahwa RG ini tidak dibangun dari ruang kekuasaan, melainkan dari keresahan sosial yang selama ini tidak menemukan saluran politik yang memadai.
” Kami datang untuk perubahan, apakah menjadi partai atau ormas “, ujarnya.
Ia menegaskan bahwa GR tidak ingin terjebak dalam politik simbolik, melainkan mendorong perubahan nyata yang berpihak pada rakyat.
Rakernas RG dipandang sebagai pesan politik tersendiri.
Tempat yang biasa menjadi arena agenda nasional dan internasional itu menegaskan bahwa Gerakan Rakyat ingin tampil serius sejak langkah awal.
Respons publik terhadap deklarasi ini terbelah. Sebagian masyarakat menyambutnya sebagai angin segar di tengah kejenuhan politik nasional.
Namun, tak sedikit pula yang menaruh sikap kritis, mempertanyakan sejauh mana konsistensi GR dalam menerjemahkan narasi perubahan menjadi kerja politik nyata.
Tantangan berikutnya jauh lebih berat: membangun struktur, memperluas basis dukungan,
Sejarah akan mencatat apakah gaung yang lahir di Menteng ini akan tumbuh menjadi kekuatan perubahan atau sekadar menjadi gema sesaat dalam riuhnya demokrasi Indonesia.
(Agus)












