logo tb
BeritaNasionalNewsTerkini

242 Unit Kereta Disimpan Sementara di Depo Depok

158
×

242 Unit Kereta Disimpan Sementara di Depo Depok

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Depok – Jawa Barat, Sejumlah gerbong Kereta Rel Listrik Commuter Line yang sudah tidak berfungsi terlihat tersusun rapi di salah satu sudut Depo KRL Depok, Jalan Kampung Rawageni, Cipayung, Kota Depok. Keberadaan gerbong-gerbong tersebut dapat disaksikan dari jembatan Jalan Terusan Dipo.

Pantauan di lokasi pada Kamis (15/01/2026) menunjukkan rangkaian gerbong disusun berjajar dalam beberapa baris dan ditumpuk hingga dua tingkat.

Setiap unit diberi nomor identifikasi menggunakan cat semprot berwarna merah. Beberapa nomor yang terlihat antara lain 6931, 6233, 6124, 6231, dan 6532.

Gerbong-gerbong itu Ditempatkan di atas lahan yang baru diuruk. Kondisi tanah di sekitarnya masih basah, dengan bekas lumpur dan kumpulan udara yang terlihat jelas.

Di area tersebut juga terdapat dua unit alat berat, salah satunya berupa crane, yang digunakan untuk proses penataan.

Sejumlah petugas berseragam biru tampak melakukan pemeriksaan di bagian bawah salah satu gerbong.

Pintu-pintu kereta yang sudah tidak digunakan dibiarkan terbuka, menampilkan interior tempat duduk penumpang saat masih beroperasi.

Tak jauh dari lokasinya, sejumlah komponen kereta lainnya terlihat tersusun rapi, menandakan adanya proses pengelompokan atau penataan material. Gerbong-gerbong tersebut merupakan rangkaian yang telah berusia tua dan masuk dalam kategori afkir atau konservasi.

Seorang warga sekitar, Adi (32), mengatakan bahwa dalam satu bulan terakhir ia sering melihat aktivitas transportasi transportasi menggunakan alat berat di area depo.

“Kurang lebih sebulan ini gerbong-gerbong itu mulai menumpuk. Prosesnya berlangsung siang, sore, sampai malam,” ujar Adi.

Ia menambahkan, sebelumnya sudah ada kereta yang tidak terpakai di lokasi tersebut, namun hanya disusun berjajar tanpa ditumpuk. Menurutnya, pemandangan tersebut kerap menarik perhatian warga, termasuk pengunjung dari luar daerah hingga wisatawan asing.

Adi juga menyebutkan bahwa anak-anak sering datang ke jembatan pada sore hari hanya untuk melihat aktivitas keluar-masuk kereta di depo. Beberapa bahkan diantar orang tua mereka menggunakan sepeda motor.

“Bukan tempat wisata, tapi anak-anak senang melihat kereta bergerak dan tumpukan gerbong itu,” katanya.

Hal serupa disampaikan Farhan, pedagang di sekitar lokasi. Ia mengaku sering melihat pengendara motor berhenti sejenak di jembatan untuk mengamati area depo.

Beberapa kali, ia juga melihat warga asing yang datang khusus untuk melihat tumpukan gerbong dan aktivitas perkeretaapian.

Berdasarkan data tahun 2025, PT KAI Commuter mencatat terdapat sekitar 242 unit kereta atau 25 rangkaian yang sudah tidak dapat dioperasikan.

Vice President Corporate Secretary PT KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa kereta-kereta tersebut mengalami kerusakan berat dan telah memasuki masa konservasi.

“Unit-unit tersebut sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan perawatan maupun perbaikan,” ujarnya.

Ke depan, seluruh rangkaian kereta yang telah afkir itu akan dipindahkan ke lokasi konservasi sarana KRL di Stasiun Pasirbungur, Subang, Jawa Barat.

(Agus)