logo tb
BeritaDaerahJawa TengahNasionalNewsPemalangTerkini

Tragedi di Hari Jadi Pemalang ke-451, Banjir Bandang dan Angin Kencang Renggut Satu Nyawa

753
×

Tragedi di Hari Jadi Pemalang ke-451, Banjir Bandang dan Angin Kencang Renggut Satu Nyawa

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Pemalang – Jawa Tengah, Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451 yang semestinya berlangsung khidmat dan penuh suka cita berubah menjadi duka.

Banjir bandang disertai angin kencang menerjang wilayah Pemalang Selatan, tepatnya di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Sabtu (24/1/2026).

Peristiwa ini mengakibatkan satu warga meninggal dunia serta puluhan rumah terdampak.

Bencana terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan perbukitan Pemalang Selatan selama beberapa jam.

Curah hujan ekstrem menyebabkan debit sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga.

Arus banjir yang deras membawa material lumpur, bebatuan, serta potongan kayu.

Akibatnya, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, jembatan kecil terdampak, dan lahan pertanian tertimbun lumpur. Kondisi diperparah oleh angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang serta atap rumah beterbangan.

Sejumlah akses jalan desa sempat tertutup material banjir dan pohon tumbang, sehingga menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan pada tahap awal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang mengonfirmasi korban meninggal dunia telah teridentifikasi. Korban diketahui bernama Tanto (35), warga Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Korban diduga terseret arus banjir saat berupaya menyelamatkan diri.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tidak jauh dari lokasi kejadian dan telah diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar perwakilan BPBD Kabupaten Pemalang.

Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, relawan, serta aparat kecamatan segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga, pendataan korban dan kerusakan, serta penyaluran bantuan darurat.

Sejumlah warga terpaksa mengungsi ke balai desa dan rumah kerabat karena tempat tinggal mereka terendam lumpur atau mengalami kerusakan cukup parah.

Pemerintah Kabupaten Pemalang menetapkan status tanggap darurat bencana di wilayah terdampak guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pembersihan material banjir, membuka kembali akses jalan yang tertutup, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem.

(Red)