logo tb
BantenBeritaDaerahHukumNasionalNewsTangerangTerkiniTNI / POLRI

Penanganan Kasus Penipuan di Polres Tangsel Mandek, Transformasi Reformasi Polri Dipertanyakan

86
×

Penanganan Kasus Penipuan di Polres Tangsel Mandek, Transformasi Reformasi Polri Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Tangerang – Banten, Upaya transformasi reformasi Polri yang bertujuan memperbaiki moral aparat serta mengembalikan kepercayaan publik dinilai belum sepenuhnya berjalan.

Hal itu disorot menyusul dugaan mandeknya penanganan perkara penipuan via transfer yang dilaporkan warga ke Polres Tangerang Selatan, Polda Metro Jaya.

Kasus tersebut dilaporkan sejak hampir setahun lalu, namun hingga kini belum ada kejelasan proses hukum.

Pelapor sekaligus korban, Alamsyah, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp. 216 juta akibat dugaan penipuan yang dilakukan tiga terduga pelaku berinisial IN, SP, dan AM pada Februari 2025.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor TBL/B/553/III/2025/SPKT tertanggal 13 Maret 2025.

Alamsyah mengungkapkan, saat melapor dirinya sempat menggiring para terduga pelaku dan menyerahkan barang bukti kepada penyidik Polres Tangsel.

Namun, Satreskrim Unit Kriminal Khusus justru melepaskan para terduga pelaku dengan alasan yang dinilainya tidak masuk akal.

“Puluhan kali saya datang menanyakan perkembangan, jawabannya selalu sama, hanya berputar-putar di masalah administrasi bank. Kalau begini, rasanya ‘Polri Presisi’ hanya slogan di Polres Tangsel,” ujar Alamsyah kepada Kabar6, Rabu (04/02/2026).

Atas kekecewaannya tersebut, Alamsyah yang juga Ketua LSM Gerakan Reformasi Masyarakat (GERAM) bersama sejumlah aliansi, termasuk unsur mahasiswa, berencana menggelar aksi unjuk rasa di Polres Tangerang Selatan.

“Rencananya Senin, 8 Februari nanti kami akan gelar demo besar-besaran,” katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan menyampaikan pihaknya masih melakukan serangkaian penyidikan sejak Oktober 2025 untuk menelusuri aliran dana dan pihak yang menikmati uang hasil dugaan penipuan tersebut.

“Kita (penyidik) masih tracing uangnya ke mana, bro,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler.

Saat ditanya terkait lambannya penanganan perkara yang berpotensi memicu aksi demonstrasi, Wira belum memberikan tanggapan lebih lanjut.

(Daniel)