logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Boeing Akhiri Proses Penjualan Jet Tempur F-15 untuk Indonesia, Kemhan Beri Penjelasan

59
×

Boeing Akhiri Proses Penjualan Jet Tempur F-15 untuk Indonesia, Kemhan Beri Penjelasan

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, Boeing mengakhiri proses penjualan jet tempur F-15 untuk Indonesia.

Hal ini dikonfirmasi oleh Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Strategi Boeing Defense, Space, and Security Bernd Peters.

“Saya akan memberitahu Anda bahwa ini (perjanjian dengan Indonesia) tidak lagi kampanye aktif bagi Boeing,” kata Peters kepada awak media dalam acara Singapore Airshow, Selasa (3/2/2026) waktu setempat.

Indonesia mulai penjajakan pembelian pesawat tempur F-15 sejak 2021, atau saat Presiden RI Prabowo Subianto masih menjabat Menteri Pertahanan.

Dua tahun kemudian, Prabowo mengunjungi pabrikan Boeing di St Louis, Missouri, AS. Dalam kunjungan itu, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen membeli 24 unit jet tempur F-15EX Eagle II.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman.

Pihak AS bahkan telah memberikan kode khusus bagi Indonesia untuk penggunaan F-15EX, yakni F-15IDN.

Sejak saat itu, Aviation Week menulis, tidak ada pergerakan dari Indonesia untuk merealisasikan pembelian secara resmi.

Namun, di sisi lain, Boeing lewat Peters menyatakan bahwa proyek penjualan helikopter AH-64 Apache ke Indonesia masih berjalan.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa rencana pengadaan jet tempur F-15EX belum masuk tahap penganggaran.

Rico mengatakan, pemerintah Indonesia telah meminta penawaran sebagai bagian dari perencanaan pembelian jet tempur generasi 4.5 tersebut.

“Namun, harga yang diajukan dinilai masih terlalu tinggi sehingga belum dapat ditindaklanjuti,” ujar Rico kepada media , Rabu (4/2/2026).

Rico menambahkan bahwa hingga saat ini, belum ada keputusan pengalihan rencana atau anggaran untuk opsi pesawat tempur lain.

“Seluruh rencana pengadaan alutsista tetap melalui kajian menyeluruh dan keputusan strategis pemerintah,” kata Rico.

(Daniel Turangan)