logo tb
BantenBeritaDaerahLebakNasionalNewsTerkini

Kualitas Makanan Dapur MBG di Desa Cisimeut Raya Disorot Warga

97
×

Kualitas Makanan Dapur MBG di Desa Cisimeut Raya Disorot Warga

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Lebak – Banten, Dapur MBG yang beroperasi di Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menjadi sorotan masyarakat akibat kualitas makanan yang dinilai tidak layak disajikan, Selasa (10/2/2026).

Sejumlah warga mengeluhkan kondisi berbagai jenis makanan yang mereka terima.

Di antaranya adalah tempe yang masih dalam keadaan mentah, pisang yang disajikan masih keras, serta ayam yang memiliki tekstur keras dan sulit dikonsumsi.

Keluhan tersebut telah menimbulkan kekhawatiran warga terkait standar pengolahan dan kelayakan makanan yang disediakan oleh dapur tersebut.

“Tempenya mentah, pisangnya keras, ayamnya juga keras. Seharusnya makanan diperiksa dulu sebelum dibagikan,” ujar salah seorang warga yang meminta agar identitasnya dirahasiakan.

Masyarakat berharap pihak pengelola Dapur MBG segera melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan, terutama terkait proses pengolahan makanan agar sesuai dengan standar kesehatan dan kelayakan konsumsi.

Selain itu, mereka juga meminta adanya pengawasan yang lebih ketat dari pihak terkait untuk memastikan bahwa kualitas makanan yang disalurkan benar-benar terjamin.

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak menyampaikan bahwa mereka telah mendapatkan informasi terkait keluhan warga tersebut dan akan segera melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi Dapur MBG.

Tim petugas akan mengevaluasi kondisi fasilitas pengolahan makanan, prosedur keamanan pangan, serta kualitas bahan baku yang digunakan dalam setiap tahap persiapan hidangan.

Selain itu, perwakilan dari Komunitas Masyarakat Desa Cisimeut Raya juga menyatakan akan bekerja sama dengan pihak pengelola untuk membentuk tim pemantauan mandiri. Tujuan dari tim ini adalah untuk memastikan bahwa proses pengolahan dan penyajian makanan berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, serta memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas layanan Dapur MBG ke depannya.

Setelah berita ini mulai beredar, pihak pengelola Dapur MBG memberikan klarifikasi melalui pesan WhatsApp. Mereka menjelaskan bahwa tempe yang seharusnya dibuat dalam bentuk bacem, namun karena stok kecap habis pada jam 3 pagi, pihak pengelola mengambil inisiatif untuk mengolah tempe dengan cara di-steamer sebagai alternatif.

“Kami sangat menyesal atas kondisi makanan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Untuk tempe yang tadinya akan kami buat bacem, mengingat stok kecap habis pada jam 3 pagi, akhirnya kami mengambil inisiatif untuk mengolahnya dengan cara di-steamer. Namun, kami mengakui bahwa ada kekurangan dalam proses pemeriksaan kualitas sebelum makanan dibagikan,” jelas pernyataan dari pihak pengelola.

Sampai berita ini diterbitkan, pihak pengelola juga menyampaikan bahwa mereka sedang melakukan evaluasi terhadap seluruh proses pengolahan makanan dan akan segera melakukan perbaikan terkait persediaan bahan serta prosedur pemeriksaan kualitas agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

(Apiyudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *