logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

TNI AL-Belanda Soroti Ancaman Hibrida: Kabel Bawah Laut jadi Sasaran Empuk!

42
×

TNI AL-Belanda Soroti Ancaman Hibrida: Kabel Bawah Laut jadi Sasaran Empuk!

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, TNI AL dan Kementerian Pertahanan Belanda membedah ancaman serius yang mengintai infrastruktur bawah air.

Kedua pihak menilai kabel internet dan pipa migas kini menjadi target paling rawan dalam skenario perang hibrida (hybrid warfare).

Delegasi TNI AL menyampaikan peringatan strategis ini saat menerima kunjungan tim peneliti dari Kementerian Pertahanan Belanda.

Pertemuan tersebut berlangsung di gedung Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal Laksamana Pertama Salim, memimpin langsung delegasi Indonesia.

Ia bersama Ketua Delegasi Belanda Laksamana Muda Jeanette Morang, sepakat dasar laut (seabed) telah berubah menjadi medan strategis yang aktif diperebutkan.

Waspada Serangan Zona Abu-abu

Forum diskusi menyoroti kerentanan infrastruktur bawah laut atau critical underwater infrastructure.

Infrastruktur vital seperti kabel komunikasi dan pipa energi sering memiliki karakteristik tersembunyi sehingga sulit diawasi.

Kondisi ini memancing musuh melancarkan ancaman zona abu-abu (gray-zone).

Musuh kerap merancang serangan hibrida di area ini secara sengaja agar sulit melacak pelakunya (hard to attribute) dan menciptakan ambiguitas politik.

“Gangguan terhadap seabed di satu negara berpotensi menimbulkan dampak lintas batas yang signifikan terhadap ekonomi digital, energi, komunikasi, hingga stabilitas kawasan,” bunyi poin krusial dalam diskusi tersebut, dikutip dari keterangan Dispenal.

RI Bawa Isu ke Asean

Melihat posisi vital Indonesia sebagai negara kepulauan, Salim menegaskan komitmen TNI AL.

Pihaknya siap menggaungkan kewaspadaan terhadap isu keamanan dasar laut ini agar mendapat perhatian serius di tingkat Asean.

“TNI Angkatan Laut memandang perlu menyiapkan usulan konseptual mengenai penataan dan pengamanan sistem pipa serta kabel bawah laut untuk mengusungnya dalam berbagai forum diskusi,” tegas Salim.

Kolaborasi strategis ini menjalankan instruksi langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali.

Ali memerintahkan jajarannya memperkuat kolaborasi internasional demi menjaga stabilitas keamanan nasional di laut.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *