logo tb
BeritaDaerahJawa TengahNasionalNewsTerkini

Pesta Miras Oplosan Berujung Neraka di Jepara: 6 Warga Tewas Beruntun, 2 Masih Kritis

71
×

Pesta Miras Oplosan Berujung Neraka di Jepara: 6 Warga Tewas Beruntun, 2 Masih Kritis

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jawa Tengah, kembali diguncang tragedi serius.

Pesta minuman keras (miras) oplosan di sebuah warung kawasan Desa Suwawal Timur berujung maut.

Sebanyak lima warga dilaporkan meninggal dunia secara beruntun, sementara tiga orang lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis.

Peristiwa tragis ini terjadi sejak Selasa (10/2/2026) dan sontak menghebohkan masyarakat sekitar.

Para korban diketahui sempat menenggak miras bersama sebelum satu per satu tumbang dengan gejala keracunan berat.

Rentetan kematian yang terjadi dalam waktu singkat memicu kekhawatiran dan kemarahan publik terhadap peredaran miras oplosan yang kembali memakan korban jiwa.

Kronologi: Minum Bersama, Pulang dalam Kondisi Sekarat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesta miras berlangsung di sebuah warung setempat.

Minuman keras yang dikonsumsi diduga bukan miras pabrikan resmi, melainkan miras oplosan yang dicampur dengan bahan berbahaya.

Tak lama setelah mengonsumsi minuman tersebut, para korban mulai mengeluhkan pusing hebat, mual, muntah, hingga sesak napas.

Beberapa korban bahkan dilaporkan kehilangan kesadaran.

Warga sekitar yang mengetahui kondisi tersebut langsung berupaya memberikan pertolongan dan membawa para korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

Namun nahas, upaya medis tak sepenuhnya membuahkan hasil. Hingga kini, lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Empat korban diketahui merupakan warga Desa Suwawal Timur, sementara satu korban lainnya berasal dari Desa Tanjung. Tiga korban lain masih dirawat intensif dengan pengawasan ketat tim medis.

Diduga Kuat Keracunan Alkohol

Hasil awal penyelidikan mengarah pada dugaan kuat keracunan alkohol (intoksikasi).

Minuman keras yang dikonsumsi para korban disinyalir mengandung campuran zat berbahaya yang seharusnya tidak dikonsumsi manusia.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *