logo tb
BantenBeritaDaerahLebakNasionalNewsTerkini

Jeruk Busuk dan Apel ‘Seukuran Telur’, Program Makan Bergizi Gratis di Cisimeut Raya Kembali Diprotes Warga

147
×

Jeruk Busuk dan Apel ‘Seukuran Telur’, Program Makan Bergizi Gratis di Cisimeut Raya Kembali Diprotes Warga

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Lebak – Banten, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Cisimeut Raya kembali menjadi sorotan tajam dari masyarakat.

Setelah sebelumnya viral karena menu yang dinilai tidak layak, kali ini keluhan datang terkait kualitas buah yang dibagikan.

Warga menemukan jeruk dalam kondisi busuk dan apel dengan ukuran sangat kecil, bahkan ada yang seukuran telur ayam.

Sejumlah warga menyayangkan kualitas bahan makanan yang disajikan dalam program yang seharusnya mendukung pemenuhan gizi anak-anak.

Mereka mempertanyakan standar kelayakan pangan yang diterapkan dalam program ini.

“Ini program untuk kesehatan dan masa depan anak-anak, tapi kok buahnya ada yang busuk. Apelnya juga kecil sekali, seperti telur ayam. Apa memang seperti itu standarnya?” ujar salah seorang warga dengan nada kecewa.

Kekecewaan warga semakin bertambah karena sebelumnya dapur MBG Cisimeut Raya juga sempat diperbincangkan karena menu tempe yang dinilai kurang matang.

Temuan buah yang diduga tidak layak konsumsi ini membuat masyarakat meragukan keseriusan pengelola dalam menjaga kualitas dan pengawasan distribusi makanan.

Warga mendesak dinas terkait untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari proses pengadaan bahan, kualitas pemasok, hingga pengawasan di lapangan.

Mereka menegaskan bahwa program bantuan pangan tidak boleh dijalankan secara asal-asalan.

“Jangan sampai program bagus rusak karena pengelolaan yang amburadul. Ini menyangkut kesehatan anak-anak,” tegas tokoh masyarakat setempat.

Saat dikonfirmasi, pihak pengelola MBG Cisimeut Raya mengakui adanya buah busuk yang terdistribusi karena kurangnya pengawasan.

“Iyaa memang saya akui ada yang busuk, cuma saya kurang pengawasan, yang busuk ada yang masuk. Padahal sudah saya pisahkan yang busuk,” ujar perwakilan pengelola MBG.

Masyarakat berharap ada klarifikasi terbuka serta perbaikan konkret agar kejadian serupa tidak terulang.

Program yang bertujuan mulia ini kini menjadi perbincangan hangat, dan publik menanti tindakan evaluasi tegas serta solusi yang nyata.

(Apiyudin / Ahmad Sungkawa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *