Targetberita.co.id Jakarta, Rencana pembangunan dua krematorium di Kecamatan Kalideres menuai reaksi keras dari warga.
Masyarakat menilai proyek tersebut tidak layak dibangun di kawasan perumahan padat karena berpotensi memicu permasalahan lingkungan, sosial, dan kenyamanan hidup warga sekitar.
Penolakan disampaikan sejumlah pengurus RW, khususnya RW 012 dan RW 019 Citra 2 Pegadungan, dengan dukungan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK).
Warga secara tegas menyatakan persetujuan atas rencana pembangunan rumah abu dan krematorium Swarga Abadi yang terletak di Jalan Jati.
Warga mengungkapkan, hingga kini belum pernah ada sosialisasi terbuka terkait rencana proyek tersebut.
Mereka merangkum kajian dampak lingkungan, sistem pengelolaan emisi, hingga potensi peningkatan lalu lintas kendaraan di sekitar lokasi.
Kedekatan kawasan pembangunan dengan organisasi dan fasilitas umum juga menjadi sorotan utama.
“Kawasan ini sudah sangat padat. Kami khawatir keberadaan krematorium akan berdampak pada kualitas udara dan kenyamanan hidup warga,” ujar salah satu perwakilan masyarakat.
Menyanggapi polemik tersebut, Wali Kota Iin Mutmainnah mengaku telah menerima informasi adanya pro dan kontra di tengah masyarakat.
Namun, ia menyatakan belum memperoleh laporan rinci terkait dugaan aksi massal yang terjadi pada Sabtu (21/2/2026).
“Saya sudah mendengar adanya perbedaan pendapat di masyarakat. Untuk informasi aksi di lapangan, nanti saya akan berkoordinasi dengan camat, lurah, serta aparat terkait,” ujarnya.
Ia menegaskan, setiap rencana pembangunan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan aset pemerintah daerah, wajib melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku. “Penggunaan aset Pemprov harus sesuai ketentuan. Hal itu akan kami pastikan,” tegasnya.
Terkait status lahan dan administrasi proyek, Wali Kota menyarankan agar klarifikasi lebih lanjut ditujukan kepada Badan Pengelola Aset Daerah.
(Febri)












