logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Kebisingan Lapangan Padel di Pulomas, Pemkot Jaktim Panggil Instansi Terkait

69
×

Kebisingan Lapangan Padel di Pulomas, Pemkot Jaktim Panggil Instansi Terkait

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Persoalan lapangan padel yang muncul di tengah permukiman warga Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, membuat Pemerintah Kota Jakarta Timur angkat bicara.

Warga setempat sempat menyuarakan penolakan terhadap keberadaan fasilitas olahraga ini, dan Pemkot kini bergerak cepat untuk menanganinya.

“Sudah, itu nanti lagi mau manggil Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan, sama PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), sama Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja),” ujar Wali Kota Jakarta Timur Munjirin di SMK 24 Cipayung, Jakarta Timur, Senin (23/2/2026).

Tak hanya itu, Pemkot juga akan berkoordinasi dengan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait persoalan lapangan padel ini. “(PTUN) Iya, nanti kita lihat, nanti kita lihat dulu dong, kan belum manggil tadi,” kata Munjirin.

Sebelumnya, warga Pulomas, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur menolak keberadaan lapangan padel yang dibangun di lingkungan mereka.

Lapangan itu sendiri telah mendapatkan surat peringatan dan perintah pembongkaran dari pemerintah.

Menurut salah satu warga, Ratna, pembangunan lapangan dimulai pada Juni 2024. Awalnya, warga mengira bangunan tersebut hanya untuk kepentingan pribadi.

Namun, pada November 2024, saat dilakukan pembukaan, warga dan pengurus lingkungan kebingungan karena merasa tidak pernah dimintai persetujuan pembangunan lapangan padel dari pihak pengelola.

Karena tidak mendapat penjelasan yang jelas, warga pun mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) terkait izin mendirikan bangunan.

“Nah, selama berjalannya sidang, kita akhirnya tahu bahwa bukti dari Pemerintah Kota (Pemkot) justru. Wali Kota mengeluarkan bukti ada, dikeluarkannya SP satu, SP dua, SP tiga, SP pembongkaran (lapangan),” tutur Ratna di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Surat peringatan tersebut diterbitkan pada Mei 2025, setelah lapangan mulai beroperasi.

Ratna juga menambahkan, sejak 2024, lapangan padel tersebut kerap menimbulkan kebisingan dan membuat warga tidak nyaman.

“Mobil banyak banget yang lewat gitu kan, mungkin ada kali sekitar 100 sampai 150 mobil yang lewat. Belum lagi kalau mereka antar jemput, kan jadi double, bolak-balik gitu kan. Nah terus, ya, udah akhirnya warga merasa terganggu gara-gara juga ada turnamen, ramai banget,” ujar Ratna.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *