Targetberita.co.id Serang – Banten, Sejumlah warga Kampung Katapura Wetan, RT 005/RW 002, Desa Tambiluk, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang – Banten, menyatakan penolakan keras terhadap pembangunan menara (tower) telekomunikasi di wilayah mereka, Sabtu (28/02/2026).
Penolakan ini dipicu oleh pembagian dana kompensasi yang dinilai tidak merata dan jauh di bawah standar kelayakan.
Warga menduga pihak perusahaan melalui perantara (broker) hanya memberikan kompensasi kepada orang-orang tertentu saja.
”Kami menolak karena kompensasinya tidak merata. Hanya orang dekat mereka yang diberi. Nilainya pun terlalu kecil, hanya Rp. 300 ribu sampai Rp. 500 ribu per KK, padahal lazimnya Rp. 750 ribu hingga Rp. 1 juta,” ujar salah seorang perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain masalah dana, warga juga mempertanyakan keabsahan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Meski pembangunan sudah dimulai, warga meragukan apakah dokumen perizinan tersebut sudah diterbitkan atau belum.
”Rencananya besok atau lusa kami akan mendatangi Dinas Perizinan untuk menyatakan penolakan resmi sekaligus mempertanyakan status PBG proyek tersebut,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Tambiluk, Ahmad Kosim, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima dokumen persetujuan dari warga yang berada dalam radius 50 meter.
”Iya, kemarin perwakilan perusahaan membawa surat persetujuan warga radius 50 meter ke desa,” jelas Ahmad.
Di sisi lain, Camat Petir, Shinta, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan infrastruktur digital selama memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
”Saya mendukung pembangunan yang bermanfaat bagi warga Petir, apalagi tower seluler sangat dibutuhkan di era digital saat ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Aktivis Provinsi Banten, Fitrah, turut memberikan kritik tajam.
Ia memperingatkan bahwa pola kompensasi yang “tebang pilih” berpotensi memicu kecemburuan sosial dan kegaduhan di masyarakat.
”Perizinannya harus dipastikan lengkap. Jika kompensasi dilakukan secara pilih kasih, itu akan menimbulkan kegaduhan.
Selain masalah sosial, dampak kesehatan jangka panjang bagi warga yang tinggal di bawah tower juga harus diperhatikan secara serius,” tegas Fitrah.
Saat awak media Targetberita.co.id melakukan investigasi, seorang oknum wartawan berinisial D dengan lantang menghalang halangi tugas pers, penghalangan tugas pers ini dilakukan oknum wartawan dengan mengatakan, ” Silakan tulis yang banyak beritanya, kalau tidak sesuai dengan fakta dilapangan, saya akan menuntut medianya “, ucapnya dengan nada keras.
(Buhari)
Polemik pembangunan tower, diduga dibacking oknum wartawan, sehingga Kompensasi menjadi tembang pilih terhadap warga












