logo tb
BantenBeritaDaerahLebakNasionalNewsTerkini

‎Diduga Main Hakim Sendiri dan Bersikap Arogan ke Wartawan, Kades di Lebak Jadi Sorotan

440
×

‎Diduga Main Hakim Sendiri dan Bersikap Arogan ke Wartawan, Kades di Lebak Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Lebak – Banten, Sikap oknum Kepala Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, berinisial BI, tengah menjadi sorotan publik.
‎
‎Ia diduga melakukan aksi main hakim sendiri terhadap seorang pekerja sosial serta menunjukkan sikap arogan saat dikonfirmasi oleh awak media pada Sabtu (07/03/2026).
‎
‎Peristiwa ini bermula ketika BI menuding seorang oknum pekerja kesehatan/Dinsos melakukan pungutan liar (pungli) dalam proses pengaktifan kartu BPJS Kesehatan milik warga.
‎
‎Namun, alih-alih melaporkan temuan tersebut ke pihak berwajib, BI diduga melakukan tindakan fisik berupa penamparan kepada pekerja tersebut.
‎
‎Tindakan BI dinilai melampaui wewenangnya sebagai pejabat publik.
‎
‎”Seharusnya persoalan hukum diserahkan kepada aparat penegak hukum, bukan diselesaikan dengan kekerasan fisik yang justru mencoreng citra perangkat desa,” ujar salah satu sumber informasi di lokasi.
‎
‎Intimidasi Terhadap Wartawan
‎
‎Kritik terhadap BI semakin tajam setelah ia merespons upaya konfirmasi wartawan dengan nada tinggi dan menantang.
‎
‎Melalui pesan singkat di media sosial TikTok, BI tidak hanya mengakui tindakannya, tetapi juga melontarkan kalimat provokatif.
‎
‎”Itu dikasih pelajaran efek jera namanya… Saya tegas orangnya tidak lembek. Kamu media, saya anak mantan Priok, ayo debat sama saya,” tulis BI dalam pesan tersebut (07/03/2026).
‎
‎Ia juga mendesak wartawan untuk menghapus unggahan video yang menyebut dirinya arogan.
‎
‎Pelanggaran UU Pers
‎
‎Menanggapi hal itu, sejumlah pihak menyayangkan sikap BI yang dinilai tidak memahami fungsi kontrol sosial pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
‎
‎Menghalangi kerja jurnalistik atau bersikap tidak kooperatif merupakan bentuk pengabaian terhadap keterbukaan informasi publik.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Lebak dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan investigasi.
‎
‎Langkah ini dinilai penting guna memastikan apakah benar terjadi praktik pungli, sekaligus mempertanggung jawabkan dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh oknum Kades tersebut.
‎
‎Awak media masih berupaya menghubungi pihak Kecamatan Malingping dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lebak untuk mendapatkan klarifikasi lebih lanjut mengenai sanksi administratif atau langkah hukum yang akan diambil.
‎
‎(Apiyudin)

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43