logo tb
BeritaDaerahJawa TengahNasionalNewsPemalangTerkini

‎Diduga Pakai Batu Blondos, Mutu Proyek Jalan DPUTR Pemalang Senilai Rp. 5,45 Miliar Dipertanyakan

35813
×

‎Diduga Pakai Batu Blondos, Mutu Proyek Jalan DPUTR Pemalang Senilai Rp. 5,45 Miliar Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Pemalang – Jawa Tengah, Di tengah hiruk-pikuk kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Loning, Kecamatan Petarukan, sebuah proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah justru memicu sorotan tajam dari masyarakat setempat.
‎
‎Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan Tegalmlati–Loning senilai Rp. 5,454 miliar tersebut dipertanyakan kualitasnya karena diduga menggunakan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kontrak.
‎
‎Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek ini berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pemalang dengan Nomor Kontrak: 600.2.10/07.BM.09/2026.
‎
‎Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Bumi Rancang Pemalang ini didanai melalui skema Pinjaman Daerah Lembaga Keuangan Bank (LKB) dengan masa pelaksanaan 90 hari kalender.
‎
‎Pantauan di lapangan pada Kamis (15/10/2026) menunjukkan aktivitas pengerjaan fisik masih terus berjalan.
‎
‎Namun, perhatian warga tertuju pada jenis material yang digunakan oleh pihak pengembang.
‎
‎Seorang warga Desa Loning berinisial S membeberkan adanya indikasi penggunaan batu bulat atau batu blondos pada lapisan pondasi jalan.
‎
‎“Kami mempertanyakan penggunaan batu blondos tersebut. Secara kasat mata, material ini sangat berbeda dari yang biasa digunakan untuk konstruksi pondasi jalan. Mutu, gradasi, dan kekuatannya harus diuji secara laboratorium, bukan sekadar dipasang begitu saja,” ujar S kepada awak media.
‎
‎Warga menilai aspek kualitas menjadi hal yang krusial lantaran proyek ini dibiayai dari pinjaman daerah.
‎
‎Dana tersebut nantinya menjadi beban APBD yang harus dibayar menggunakan uang rakyat, termasuk pokok beserta bunganya.
‎
‎“Karena ini uang pinjaman, Pemkab Pemalang harus memastikan kualitasnya jangka panjang. Jangan sampai anggaran sebesar ini habis, tapi umur jalannya hanya bertahan seumur jagung,” tegas S.
‎
‎Menyikapi keresahan warga, masyarakat mendesak agar DPUTR Kabupaten Pemalang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, hingga Inspektorat Kabupaten Pemalang segera turun ke lapangan.
‎
‎Pihak-pihak terkait diminta melakukan evaluasi objektif dan membuka data teknis ke publik, mulai dari ketebalan lapisan konstruksi hingga hasil uji laboratorium material.
‎
‎Momentum Pilkades Loning diharapkan tidak menjadi celah longgarnya pengawasan.
‎
‎Sebaliknya, transparansi penuh sangat dibutuhkan agar uang daerah benar-benar terkonversi menjadi infrastruktur yang bermutu tinggi.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih membuka ruang konfirmasi dan berupaya menghubungi Kepala DPUTR Kabupaten Pemalang, PPK kegiatan, konsultan pengawas, serta CV Bumi Rancang Pemalang untuk memberikan klarifikasi serta dokumen teknis terkait pelaksanaan proyek tersebut.
‎
‎(Red)

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43