banner
BeritaDaerahLampungNewsTerkiniTNI / POLRI

Akibat Perahu Terhempas Ombak, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Seorang Nelayan

29
×

Akibat Perahu Terhempas Ombak, Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Seorang Nelayan

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Pesisir Barat Lampung, Tim SAR gabungan lakukan pencarian terhadap seorang nelayan asal Pesisir Barat yang hilang akibat perahunya terhempas ombak, Jumat (05/07/2024).

Kejadian berawal pada hari Kamis 04 Juli 2024 sekitar Pukul 11.30 WIB korban dengan rekanya berangkat menggunakan perahu jukung dari dermaga Bengkunat untuk mencari ikan. Kemudian saat ditengah perjalanan tiba-tiba perahu mereka dihempas gelombang, yang membuat perahu tersebut akhirnya terbalik dan tenggelam. Rekan korban berhasil berenang ke tepi, namun keberadaan korban tidak terlihat. Selanjutnya masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan kejadian ini ke Kantor SAR Lampung untuk bantuan pencarian dan pertolongan.

Adapun nelayan yang selamat bernama M. Sholihin, umur 24 tahun dan asal Pekon Bumi Ratu Kec. Ngambur Kab. Pesisir Barat. Nelayan yang hilang dan dalam pencarian bernama Aditya, umur 17 tahun dan warga Pekon Kota Jawa Kec. Ngambur Kab. Pesisir Barat.

Menindaklanjuti informasi tersebut Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah mengerahkan personil Pos SAR Tanggamus untuk melaksanakan pencarian terhadap nelayan tersebut. Tiba di lokasi kejadian tim SAR gabungan yang terdiri dari Polsek Pesisir Tengah, POS TNI AL Bengkunat, Puskesmas Kota Jawa, pihak keluarga dan nelayan setempat melakukan briefing dan langsung melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet Basarnas.

Pencarian hari pertama mencapai radius 2 Nm (Nautical Mile) dari lokasi kejadian. Namun hingga pukul 18.10 WIB upaya pencarian belum membuahkan hasil dan tim SAR Gabungan memutuskan untuk menghentikan sementara dan melanjutkan kembali pencarian pada Jumat pagi.

Komandan Pos SAR Tanggamus Robi Rusli mewakili Kepala Kantor SAR Lampung Deden Ridwansah menyatakan bahwa pencarian hari ini tim SAR gabungan dibagi menjadi 3 SRU. “SRU I menggunakan perahu karet Basarnas melakukan penyisiran hingga radius 8,7 Nm, SRU II menggunakan perahu jukung nelayan melakukan penyisiran dengan area pencarian radius 11,3 Nm dan SRU III melaksanakan pencarian secara visual di sepanjang pinggir pantai sejauh 5 km.”, ujar Robi.

(Ahmad Taufik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *