logo tb
BantenBeritaDaerahNasionalNewsTangerangTerkini

Banjir Tangerang: 35 Hektare Sawah Gagal Panen, Ratusan Rumah Terendam

66
×

Banjir Tangerang: 35 Hektare Sawah Gagal Panen, Ratusan Rumah Terendam

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Tangerang – Banten, Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang sejak tiga hari terakhir.

Enam kecamatan terdampak, dengan 35 hektare sawah di Kecamatan Kresek dinyatakan puso alias gagal panen.

Kepala Dusun Desa Pasir Ampo, Kecamatan Kresek, Sukemi, mengatakan banjir yang merendam lahan pertanian berlangsung cukup lama sehingga tanaman padi tidak bisa diselamatkan.

“Gagal panen itu sudah pasti, karena sawah pertanian terendam sudah berhari-hari. Di Kecamatan Kresek saja sekitar 35 hektare,” ujar Sukemi, Senin (5/1/2026).

Selain merendam sawah, banjir juga menggenangi 115 rumah warga dan memutus sejumlah akses jalan. Ketinggian air bervariasi antara 60 cm hingga 1 meter.

Tanggul Sungai Cidurian Jebol

Sukemi menuturkan, banjir yang berulang terjadi akibat tanggul Sungai Cidurian jebol sejak 11 tahun lalu. Hingga kini belum ada perbaikan dari pemerintah daerah.

“Sudah 11 tahun namun belum ada perbaikan, padahal tiap tahun banjir,” ucapnya.

Sungai Cidurian sendiri merupakan aliran sungai dari Bogor, Serang, dan Tangerang. Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar banjir tidak terus berulang.

Versi BPBD: 5 Kecamatan Terdampak

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menyebut banjir hanya merendam lima kecamatan, yakni Tigaraksa, Rajeg, Sepatan, Kronjo, dan Jayanti.

“Berdasarkan data, terdapat 10 lokasi banjir yang tersebar di lima kecamatan. Sudah tiga hari dan terdapat 615 KK terdampak,” kata Taufik.

Menurutnya, ketinggian air berkisar 40–60 cm, dengan titik terdalam berada di Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo. “Paling tinggi sekitar 60 cm di Desa Pasilian, dan yang terdampak sekitar 500 jiwa,” jelasnya.

(Ilham)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *