Targetberita.co.id Nusa Tenggara Barat, Hukum di Kota Bima kini tengah diuji.
Aksi pengeroyokan brutal yang menimpa Mukhlis Plano, warga Kecamatan Sape kabupaten Bima, di wilayah Tanjung (depan SMKN 1 Kota Bima) telah menyulut amarah publik.
Betapa tidak, aksi kekerasan massal yang membuat korban babak belur ini diduga kuat melibatkan oknum anggota Brimob—pihak yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, bukan pelaku anarkisme.Selasa (06/01/26)
Aksi Barbar di Depan Mata Publik Kejadian yang berlangsung di area terbuka ini menunjukkan betapa beraninya para pelaku melakukan tindakan barbar secara bersama-sama.
Mukhlis Plano kini dalam kondisi memprihatinkan dengan luka lebam mengerikan di area mata kiri, serta luka di bagian kepala dan sekujur tubuh.
Foto-foto korban tersebar di medsos Facebook yang beredar luas menjadi bukti bisu betapa sadisnya pengeroyokan yang dilakukan oleh puluhan warga beserta oknum aparat tersebut.
Keluarga maupun kerabat dekatnya.menunjukkan “Jangan Ada Kebal Hukum!” Pihak keluarga korban dari Sape sesama seperjuangan aktifis, LSM, dan jurnalistik tidak tinggal diam.
Mereka melayangkan ultimatum keras kepada Polres Bima Kota agar tidak bermain-main dalam mengusut kasus ini. Desakan untuk menangkap seluruh pelaku—tanpa terkecuali—disuarakan dengan lantang.
“Kami tidak akan mundur. Kami mendesak Polres Bima Kota bertindak tegas! Tangkap semua pelaku pengeroyokan adik kami, Mukhlis Plano! Jika ada oknum aparat yang terlibat, jangan ada yang dilindungi.
Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya!” tegas salah satu perwakilan keluarga korban dengan nada geram.
Citra Polri Dipertaruhkan Keterlibatan oknum Brimob dalam aksi pengeroyokan ini menjadi tamparan keras bagi institusi Polri.
Selain terancam jeratan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan bersama-sama di muka umum dengan ancaman penjara bertahun-tahun, oknum tersebut juga menghadapi ancaman pemecatan (PTDH) jika terbukti melanggar kode etik berat di sidang Propam.
Publik kini memantau: Apakah Polres Bima Kota berani bertindak transparan, atau justru akan muncul aroma impunitas karena melibatkan kolega sesama korps ?
Ujian bagi Polres Bima Kota Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Bima Kota masih menunggu pernyataan resmi dan langkah nyata dari kepolisian.
Keluarga korban berkomitmen akan mengawal laporan ini hingga ke meja hijau, termasuk melaporkan kasus ini secara khusus ke Propam Polda NTB guna memastikan tidak ada intervensi dalam penyidikan.
(Red)












