Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BengkuluBeritaDaerahKab. Bengkulu UtaraNasionalNewsTerkini

Bupati Bengkulu Utara Dorong Skema Pinjam Pakai Lahan guna Percepat Pembangunan Gerai KMP

76
×

Bupati Bengkulu Utara Dorong Skema Pinjam Pakai Lahan guna Percepat Pembangunan Gerai KMP

Sebarkan artikel ini
https://targetberita.co.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-14-at-19.21.23.jpeg

Targetberita.co.id Bengkulu Utara – Bengkulu, Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, meminta jajaran pemerintah desa untuk mengambil langkah taktis dalam mengatasi kendala lahan yang menghambat pembangunan gerai KMP.

‎Dalam rapat paripurna penyampaian LKPJ Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD, Selasa (31/3/2026), Bupati menyarankan penggunaan skema pinjam pakai sebagai solusi cepat.

‎Langkah ini diambil merespons sorotan Fraksi Gerindra DPRD Bengkulu Utara terkait belum maksimalnya kesiapan lokasi pembangunan di tingkat desa. Berdasarkan data evaluasi, dari target awal sebanyak 110 titik gerai, saat ini baru 64 titik yang dinyatakan siap secara administratif dan lokasi.

‎“Masalah utamanya adalah keseriusan pemerintah desa dalam menyiapkan lokasi. Jika desa tidak memiliki aset tanah sendiri, segera ajukan lahan melalui skema pinjam pakai agar pembangunan tidak terhenti,” tegas Bupati Arie usai rapat yang juga dihadiri Ketua DPRD, Parmin.

‎Bupati mengakui bahwa kondisi di lapangan menunjukkan keterbatasan aset desa menjadi hambatan nyata. Banyak desa yang memiliki lahan terbatas atau bahkan tidak memiliki tanah kosong sama sekali untuk pembangunan fasilitas publik tersebut.

‎Terkait mekanisme pengadaan lahan, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara secara sengaja menghindari skema hibah. Menurut Arie, proses hibah dinilai terlalu birokratis dan memakan waktu lama, sehingga dikhawatirkan akan menghambat target realisasi program.

‎“Kalau kita mengandalkan hibah, prosesnya tidak sederhana dan butuh waktu panjang. Sementara itu, program ini harus segera berjalan untuk kepentingan masyarakat. Maka, mekanisme pinjam pakai adalah jalan keluar tercepat saat ini,” tambahnya.

‎Sebelumnya, Rizal Sitorus dari Fraksi Gerindra dalam pandangan umumnya menekankan bahwa ketidaksiapan desa dalam penyediaan lokasi berpotensi besar menggagalkan target program KMP.

‎Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan pihak desa agar target 110 titik dapat segera terpenuhi.

‎Diharapkan dengan skema pinjam pakai ini, pembangunan sisa 46 gerai KMP lainnya dapat segera dimulai tanpa terkendala masalah legalitas lahan yang berkepanjangan.

‎(Johan SP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *