Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Buruh Tolak Kenaikan UMP Jakarta 2026 Rp. 5,7 Juta 

300
×

Buruh Tolak Kenaikan UMP Jakarta 2026 Rp. 5,7 Juta 

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Gelombang penolakan terhadap besaran Upah Minimum Provinsi atau UMP DKI Jakarta 2026 mulai terjadi.

Para buruh melalui Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) secara tegas menolak penetapan UMP Jakarta 2026 sebesar Rp. 5,7 juta.

Bahkan KSPI bersama aliansi buruh Jakarta bersiap untuk menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi mengumumkan UMP Jakarta 2026 pada Rabu (24/12/2025) sore.

Dalam pengumumannya, Pramono menyampaikan bahwa UMP Jakarta 2026 menjadi Rp. 5.729.876.

Terkait hasil keputusan tersebut, Presiden KSPI Said Iqbal menyatakan kenaikan tidak memenuhi kebutuhan hidup layak buruh Jakarta.

Bahkan angka tersebut dinilai lebih rendah dibanding upah minimum di daerah penyangga industri.

Ia juga menyebut bahwa kenaikan UMP Jakarta ini tidak cukup untuk menutup lonjakan biaya hidup, harga pangan, dan inflasi yang diprediksi akan terus meningkat pada 2026.

“Angka Rp. 5,7 juta itu masih di bawah tuntutan kami yang meminta kenaikan sebesar 8 hingga 10 persen. Besaran yang ditetapkan saat ini tidak mempertimbangkan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang riil di lapangan,” ujar Said Iqbal.

Para buruh diketahui menuntut upah minimum 100 persen kebutuhan hidup layak (KHL) sebesar Rp. 5,89 juta.

Dengan tegas, Said mewakili buruh menolak kenaikan UMP Jakarta yang menggunakan indeks tertentu 0,75.

Lebih lanjut Said membandingkan upah minimum Jakarta dengan Bekasi dan Karawang.

Sebab, upah minimum di Kabupaten Bekasi dan Karawang mencapai sekitar Rp. 5,95 juta per bulan.

Atas putusan ini, para buruh juga akan melakukan aksi demo ke Istana Negara dan Balai Kota Jakarta di akhir Desember 2025 atau awal Januari 2026.

(Farid Hidayat)

An – 26 Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas Tanpa Tanda Serangan KRIMEA – Dugaan gangguan teknis menjadi fokus awal penyelidikan jatuhnya pesawat angkut militer Rusia jenis Antonov An-26 di wilayah Semenanjung Krimea yang menewaskan seluruh 29 orang di dalamnya. Insiden ini terjadi saat pesawat menjalankan penerbangan rutin dan kehilangan kontak dengan pusat kendali. Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pesawat terputus pada Senin 31 Maret 2026 sekitar pukul 18.00 waktu Moskow saat pesawat berada di udara dalam misi terjadwal. “Pada 31 Maret sekitar pukul 18.00 waktu Moskow, kontak hilang dengan pesawat angkut militer An-26 saat sedang menjalankan penerbangan terjadwal di atas Semenanjung Krimea,” kata kementerian tersebut, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Rabu, (01/04/2026). Tim pencarian dan penyelamatan kemudian dikerahkan dan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Dari hasil temuan di lapangan, seluruh awak dan penumpang dinyatakan meninggal dunia. “Tim pencarian dan penyelamatan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat An-26. Berdasarkan laporan dari lokasi, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya tewas,” tambah kementerian itu. Total korban dalam insiden ini mencapai 29 orang, terdiri dari enam awak dan 23 penumpang. Tidak ditemukan adanya korban selamat dalam peristiwa tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal terhadap puing-puing pesawat tidak menunjukkan adanya tanda-tanda dampak eksternal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kecelakaan kemungkinan besar dipicu oleh kegagalan teknis pada pesawat. Meski demikian, penyelidikan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut. Otoritas terkait juga tengah mengumpulkan data penerbangan dan rekaman komunikasi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan penerbangan militer, khususnya terkait kelayakan teknis armada yang digunakan dalam operasi rutin. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab kecelakaan sekaligus menjadi dasar evaluasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Berita

Targetberita.co.id Krimea – Ukraina, Dugaan gangguan teknis menjadi…