logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Cap Go Meh 2026 di Pancoran Meriah, Pramono Rangkul Para Mantan Gubernur

58
×

Cap Go Meh 2026 di Pancoran Meriah, Pramono Rangkul Para Mantan Gubernur

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Perayaan Cap Go Meh 2026 di Pancoran Chinatown Point Mall, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (3/3/2026) sore, berlangsung meriah dan penuh makna.

Momentum budaya ini menjadi simbol kuat harmonisasi keberagaman di Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara khusus mengundang sejumlah mantan Gubernur DKI Jakarta untuk hadir bersama menyaksikan perayaan tersebut.

Tampak hadir Sutiyoso, Fauzi Bowo, Djarot Saiful Hidayat, Anies Baswedan, hingga Teguh Setyabudi.

Kehadiran para pemimpin lintas generasi tersebut menjadi pemandangan yang jarang terjadi dan mencerminkan kesinambungan pembangunan Jakarta dari masa ke masa.

Selain itu hadir Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri, serta Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid.

Rangkaian perayaan Cap Go Meh diisi dengan pertunjukan seni budaya yang memukau, mulai dari atraksi barongsai, panggung hiburan, hingga penampilan ondel-ondel yang menjadi ikon budaya Betawi.

Perpaduan budaya Tionghoa dan Betawi tersebut memperlihatkan wajah Jakarta sebagai kota inklusif yang menjunjung tinggi toleransi.

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa kemeriahan Cap Go Meh menjadi bukti harmonisasi keberagaman di Jakarta berjalan dengan baik.

“Perayaan ini menunjukkan bahwa Jakarta adalah rumah bagi semua. Keberagaman bukan hanya dirayakan, tetapi dijaga dan dirawat bersama,” ujarnya.

Ia juga menilai kehadiran para mantan gubernur menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan dan pembangunan yang terus bergerak maju.

Pada kesempatan itu, Pramono mengumumkan rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun Museum Peranakan di Jalan Keadilan, Jakarta Barat.

Museum tersebut dirancang sebagai simbol identitas Jakarta yang inklusif dan berakar pada sejarah multikulturalnya.

Menurutnya, Museum Peranakan Tionghoa tidak hanya menjadi ruang edukasi sejarah dan budaya, tetapi juga destinasi wisata baru yang diyakini mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Jakarta memiliki sejarah panjang akulturasi budaya. Museum ini akan menjadi ruang belajar sekaligus kebanggaan bersama,” kata Pramono.

Lanjutkan Proyek Strategis
Selain pembangunan museum, Pramono menegaskan komitmennya melanjutkan sejumlah pekerjaan yang belum tuntas di era pemerintahan sebelumnya.

Beberapa di antaranya pembangunan jembatan penghubung Jakarta International Stadium (JIS) dengan Ancol, pembangunan rumah sakit internasional di lahan RS Sumber Waras, serta pembongkaran tiang monorel yang mangkrak.

Ia juga mengungkapkan bahwa pada 14 Maret 2026 mendatang, Pemprov DKI Jakarta akan meresmikan Taman Bendera Pusaka sebagai ruang terbuka hijau baru bagi masyarakat.

“Ruang terbuka publik harus terus diperbanyak agar masyarakat memiliki ruang interaksi yang sehat dan produktif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Cap Go Meh 2026, Anwar Budiman, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI Jakarta atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya acara tersebut.

Perayaan Cap Go Meh 2026 pun ditutup dengan rangkaian pertunjukan seni budaya yang disambut antusias warga, menegaskan kembali bahwa Jakarta berdiri di atas fondasi keberagaman yang kokoh dan terus tumbuh dalam semangat persatuan.

(Farid Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *