logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Deklarasi Partai GEMA BANGSA , Menyuarakan Politik Jalan Tengah

78
×

Deklarasi Partai GEMA BANGSA , Menyuarakan Politik Jalan Tengah

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Jakarta International Convention Center atau JICC, Jakarta, Sabtu (17/1/2026), menjadi saksi lahirnya sebuah babak baru dalam politik nasional.

Melalui deklarasi resmi yang digelar sejak pagi hingga siang hari, Partai GEMA BANGSA menegaskan kehadirannya sebagai kekuatan politik baru yang mengklaim lahir dari kegelisahan publik terhadap praktik politik lama.

Deklarasi yang berlangsung di Plenary Hall JICC Senayan itu dihadiri ribuan simpatisan dari berbagai daerah. Acara dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB, disertai orasi politik, pembacaan deklarasi, serta penegasan arah perjuangan partai.

Tak hanya menyedot perhatian peserta di dalam gedung, momen ini juga memantik resonansi luas di ruang digital. Sejak pagi hingga malam hari, frasa “Deklarasi GEMA BANGSA JICC” ramai diperbincangkan di media sosial.

Politik Jalan Baru

Berbeda dari deklarasi partai pada umumnya, GEMA BANGSA mengusung narasi perlawanan terhadap politik elitis yang dinilai kian menjauh dari rakyat. Dalam pidato deklarasi yang disampaikan di panggung utama JICC, para pendirinya menekankan bahwa partai ini tidak dibangun dari ruang kekuasaan, melainkan dari keresahan sosial yang selama ini tidak menemukan saluran politik yang memadai.

Sejumlah pengamat menilai, pesan tersebut sengaja dirancang untuk menyasar segmen pemilih yang jenuh terhadap dominasi partai mapan. “Ini strategi klasik namun efektif: menempatkan diri sebagai antitesis dari politik lama,” ujar seorang analis politik nasional yang mengikuti jalannya deklarasi di lokasi acara.

Ketua Umum Partai GEMA BANGSA, Ahmad Rofiq berpesan Keras untuk Politik Lama

Usai pembacaan deklarasi dan penutupan acara, sekitar pukul 13.15 WIB, Ketua Umum memberikan pernyataan singkat kepada awak media di area lobi utama JICC Senayan.

“GEMA BANGSA tidak lahir untuk sekadar menambah daftar partai. Kami datang untuk mengganggu kenyamanan politik lama yang terlalu lama merasa aman di atas penderitaan rakyat,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa GEMA BANGSA tidak ingin terjebak dalam politik simbolik, melainkan mendorong perubahan nyata yang berpihak pada rakyat.

“Kalau politik hanya soal kursi, rakyat tidak akan pernah berdiri. Tapi kalau politik soal keberanian mengambil risiko untuk rakyat, perubahan pasti terjadi,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai potensi tekanan dan resistensi dari kekuatan politik mapan, Ketua Umum GEMA BANGSA menjawab lugas:

“Kami sadar akan dilawan dan dicibir. Tapi sejarah selalu menunjukkan, perubahan tidak pernah lahir dari zona nyaman.”

Sebagai Pernyataan Sikap
Pemilihan JICC sebagai lokasi deklarasi dipandang sebagai pesan politik tersendiri. Gedung yang kerap menjadi arena agenda nasional dan internasional itu menegaskan bahwa GEMA BANGSA ingin tampil serius sejak langkah awal.

“Deklarasi di JICC adalah simbol bahwa mereka tidak ingin diposisikan sebagai partai pinggiran,” kata seorang pengamat politik. Menurutnya, langkah ini sekaligus menjadi pertaruhan besar: antara konsistensi ideologis dan ujian realitas politik ke depan.

Antara Harapan dan Skeptisisme Publik

Respons publik terhadap deklarasi ini terbelah. Sebagian masyarakat menyambutnya sebagai angin segar di tengah kejenuhan politik nasional. Namun, tak sedikit pula yang menaruh sikap kritis, mempertanyakan sejauh mana konsistensi GEMA BANGSA dalam menerjemahkan narasi perubahan menjadi kerja politik nyata.

Perdebatan itulah yang justru membuat gaung GEMA BANGSA semakin keras. Di era politik digital, perhatian publik menjadi modal awal yang menentukan, dan dalam hal ini, GEMA BANGSA berhasil mencapainya.

Menuju Ujian Sesungguhnya
Deklarasi di JICC Senayan, Jakarta, Sabtu siang, menandai langkah awal Partai GEMA BANGSA di panggung politik nasional.

Tantangan berikutnya jauh lebih berat: membangun struktur, memperluas basis dukungan, serta membuktikan bahwa gaung besar di media sosial mampu diterjemahkan menjadi kerja politik nyata di tengah masyarakat.

Namun satu hal jelas, dengan deklarasi ini, GEMA BANGSA resmi masuk radar politik nasional.

Sejarah akan mencatat apakah gaung yang lahir di JICC Senayan ini akan tumbuh menjadi kekuatan perubahan atau sekadar menjadi gema sesaat dalam riuhnya demokrasi Indonesia.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *