Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Denmatra 1 Korpasgat Unjuk Profesionalisme lewat Airborne Exercise Latgabma SGS 2025

542
×

Denmatra 1 Korpasgat Unjuk Profesionalisme lewat Airborne Exercise Latgabma SGS 2025

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Personel Detasemen Matra (Denmatra) 1 Komando Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) ambil bagian dalam latihan operasi lintas udara atau airborne exercise, yang menjadi misi pembuka rangkaian Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2025.

“Keterlibatan prajurit Denmatra 1 Korpasgat TNI Angkatan Udara dalam latihan ini menjadi wujud nyata kesiapan pasukan khusus matra udara dalam misi gabungan internasional,” tulis TNI AU melalui unggahan Instagram @militer.udara, dikutip Rabu (27/8/2025).

Dalam praktiknya, mereka melakukan penerjunan dengan metode free fall dan menggunakan pesawat C-235 milik Angkatan Udara Prancis dalam rangka Kendali Depan Operasi Linud (KDOL) atau Pathfinder Jump di Drop Zone (DZ) Baturaja, Selasa (26/8/2025).

Latihan KDOL bertujuan untuk menguji kemampuan pasukan lintas udara dalam membuka jalur operasi, menentukan titik pendaratan, sekaligus mengendalikan pelaksanaan operasi linud di daerah sasaran.

Personel Denmatra 1 Korpasgat.
Personel Denmatra 1 Korpasgat melakukan free fall dalam misi airborne exercise Latgabma Super Garuda Shield 2025.

Penerjunan tersebut turut melibatkan personel Pandu Udara Brigif Linud 17 Kostrad serta pasukan 1st Brigade SQ Company Para Troopers Japan Self Defense Force (JSDF).

“Sinergi yang terbangun pada Latgabma Super Garuda Shield 2025 tidak hanya mempererat kebersamaan dan meningkatkan saling percaya, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama negara-negara sahabat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” tulis TNI AU.

Selain KDOL, sejumlah misi lainnya yang terdapat di Latgabma SGS 2025 meliputi Stafex, Cyberex, Jungle FTX, Amphibious Operation, dan Special Operation Force (SOF).

Kemudian, terdapat misi Joint Terminal Attack Controller (JTAC), Medevac, hingga Combined Arms Live Fire Exercise (CALFEX), yang menuntut koordinasi lintas matra dan alutsista negara peserta.

(Agus)

An – 26 Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas Tanpa Tanda Serangan KRIMEA – Dugaan gangguan teknis menjadi fokus awal penyelidikan jatuhnya pesawat angkut militer Rusia jenis Antonov An-26 di wilayah Semenanjung Krimea yang menewaskan seluruh 29 orang di dalamnya. Insiden ini terjadi saat pesawat menjalankan penerbangan rutin dan kehilangan kontak dengan pusat kendali. Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pesawat terputus pada Senin 31 Maret 2026 sekitar pukul 18.00 waktu Moskow saat pesawat berada di udara dalam misi terjadwal. “Pada 31 Maret sekitar pukul 18.00 waktu Moskow, kontak hilang dengan pesawat angkut militer An-26 saat sedang menjalankan penerbangan terjadwal di atas Semenanjung Krimea,” kata kementerian tersebut, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Rabu, (01/04/2026). Tim pencarian dan penyelamatan kemudian dikerahkan dan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Dari hasil temuan di lapangan, seluruh awak dan penumpang dinyatakan meninggal dunia. “Tim pencarian dan penyelamatan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat An-26. Berdasarkan laporan dari lokasi, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya tewas,” tambah kementerian itu. Total korban dalam insiden ini mencapai 29 orang, terdiri dari enam awak dan 23 penumpang. Tidak ditemukan adanya korban selamat dalam peristiwa tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal terhadap puing-puing pesawat tidak menunjukkan adanya tanda-tanda dampak eksternal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kecelakaan kemungkinan besar dipicu oleh kegagalan teknis pada pesawat. Meski demikian, penyelidikan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut. Otoritas terkait juga tengah mengumpulkan data penerbangan dan rekaman komunikasi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan penerbangan militer, khususnya terkait kelayakan teknis armada yang digunakan dalam operasi rutin. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab kecelakaan sekaligus menjadi dasar evaluasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Berita

Targetberita.co.id Krimea – Ukraina, Dugaan gangguan teknis menjadi…