Targetberita.co.id Samarinda – Kalimantan Timur, Kota Samarinda tercatat sebagai salah satu dari 114 daerah di Indonesia yang terpilih dalam tahap awal pembangunan fisik
Proyek nasional ini mulai dikerjakan di kawasan Jalan Stadion Palaran, Kecamatan Palaran, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp. 247 miliar.
Dilansir dari RRI, Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menyampaikan bahwa terpilihnya Sekolah Rakyat Palaran dalam tahap awal pembangunan menjadi kebanggaan tersendiri bagi pemerintah daerah dan masyarakat Samarinda.
Ia berharap kehadiran Sekolah Rakyat Palaran dapat menjadi pusat pendidikan berkualitas di ibu kota Kalimantan Timur.
“Dari sekitar 114 Sekolah Rakyat yang sudah mulai dibangun fisiknya, Samarinda menjadi salah satunya. Kita tentu bersyukur dan berharap ini menjadi sekolah terbaik di Samarinda,” ujar Asli Nuryadin.
Secara nasional, kegiatan ground breaking pembangunan Sekolah Rakyat dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Sementara itu, untuk pelaksanaan teknis pembangunan Sekolah Rakyat Palaran di daerah, koordinasi dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui satuan kerja terkait.
Asli menjelaskan, anggaran pembangunan Sekolah Rakyat Palaran diperkirakan mencapai Rp247 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan berbagai fasilitas utama, seperti ruang kelas, asrama siswa, masjid, lapangan olahraga, hingga sarana pendukung lainnya, meskipun belum termasuk pengadaan mebel dan perlengkapanx interior.
“Kurang lebih angkanya Rp. 247 miliar. Di dalamnya ada bangunan sekolah, masjid, lapangan bola, dan fasilitas pendukung lainnya,” katanya.
Lebih lanjut, Sekolah Rakyat Palaran dirancang untuk melayani jenjang pendidikan lengkap, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selama ini, kegiatan Sekolah Rakyat di Samarinda telah berjalan di sejumlah lokasi berbeda, baik yang difasilitasi Pemerintah Kota Samarinda maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Beberapa lokasi sementara tersebut antara lain berada di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Vokasi, serta SMA di bawah kewenangan provinsi.
Namun, setelah pembangunan Sekolah Rakyat Palaran rampung, seluruh aktivitas pendidikan tersebut direncanakan akan dipusatkan di kawasan Palaran.
Proses pembangunan Sekolah Rakyat Palaran ditargetkan selesai dalam waktu enam hingga tujuh bulan. Setelah itu, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan pendidikan Sekolah Rakyat di Samarinda dengan sistem yang terintegrasi dan fasilitas yang lebih memadai.
Asli menegaskan bahwa peran Pemerintah Kota Samarinda dalam pembangunan Sekolah Rakyat Palaran terbatas pada penyediaan lahan serta sebagai penerima manfaat.
Seluruh pembiayaan pembangunan hingga operasional sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Menurutnya, operasional Sekolah Rakyat yang saat ini telah berjalan juga sepenuhnya dibiayai negara.
Mulai dari kebutuhan makan siswa, perlengkapan belajar seperti laptop, hingga pakaian sekolah disediakan oleh pemerintah, sehingga Sekolah Rakyat Palaran diharapkan mampu menjadi solusi pendidikan inklusif bagi masyarakat.
“Operasional Sekolah Rakyat yang berjalan saat ini pun semuanya dari Kementerian Sosial. Mulai dari makan, laptop, sampai pakaian siswa, semua disiapkan negara,” ujarnya.
(Suhardy)












