Targetberita.co.id Tangerang- Banten, Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Tangerang melonjak hingga 93,08 persen atau nyaris 100 persen. Nahas, 9.766 pekerja terdampak sepanjang 2025, kemarin.
Kepala Bidang Hubungan Industrial (HI) Disnaker Kabupaten Tangerang, Hendra mengatakan angkanya naik drastis jika dibandingkan tahun 2024. “PHK pada 2024 sebanyak 5.058 pekerja, pada tahun 2025 naik hampir 100 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Menurut Hendra, faktor utama terjadinya PHK masal ini karena biaya produksi di Kabupaten Tangerang yang semakin tinggi.
Factory overhead cost yang besar, penurunan order dari buyer akibat persaingan global serta peralihan teknologi.
”Sebanyak 7.007 pekerja terkena PHK karena efisiensi, 919 pekerja karena indisipliner. Lalu, 864 pekerja karena perusahaannya tutup, 420 pekerja resign, dan 311 pekerja karena restrukturisasi,” kata dia.
Hendra menilai adanya fluktuasi angka PHK dari tahun ke tahun sangat dipengaruhi kebijakan perusahaan-perusahaan padat karya, terutama di sektor alas kaki, tekstil, dan garmen. “Kebanyakan PHK terjadi di Industri Alas kaki, garmen tektil,” ucapnya.
Sekretaris Jenderal Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Andi Kristiantono menyatakan ada 3.000 karyawan pabrik sepatu PT Victory Chingluh Indonesia di Kabupaten Tangerang di PHK.
Pemutusan itu diduga lantaran pesanan produksi menurun drastis dan tingginya upah minimum di wilayah setempat.
“Informasi dari perusahaan bahwa order saat ini tidak cukup untuk menanggung jumlah pekerja yang mencapai sekitar 15 ribu orang. Sehingga mereka harus melakukan PHK terhadap kurang lebih 3.000 buruhnya,” kata dia.
(Niken)












