logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Geng Narkoba Berlan, Ini Kamuflase “Kafe” Sabu di Rumah Mami Yola

14
×

Geng Narkoba Berlan, Ini Kamuflase “Kafe” Sabu di Rumah Mami Yola

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Beberapa hari lalu, polisi menggerebek rumah milik diduga bandar narkoba bernama Yolanda alias Mami Yola.

Aksi Mami Yola dalam geng narkoba Berlan menjadi sorotan karena perlawanan sindikat tersebut kepada polisi saat penggerebekan rumahnya di Jl. Slamet Riyadi IV, Kampung Manggis, Matraman, Jakarta Timur, Senin (18/1/2016) lalu.

PEMIMPIN REDAKSI TARGET BERITA

Di rumah di bantaran Sungai Ciliwung itu, Mami Yola yang sudah lama membandari narkoba ini juga diketahui menyiapkan tempat bagi pengguna untuk mengonsumsi narkoba. “Di situ kami temukan sejumlah jarum suntik.

Ada indikasi dia menyiapkan tempat buat pemakai juga di rumahnya itu,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Eko Daniyanto di Jakarta, Minggu (24/1/2016), dilaporkan Detik.

Untuk menghindari kecurigaan polisi, Mami Yola punya aturan main bagi para konsumennya yang hendak mengambil barang atau sekadar mengonsumsi sabu di rumahnya itu.

“Jadi kalau orang datang, mereka datang enggak akan taruh motor di situ, tapi di seberangnya,” imbuh Eko.

Setelah memarkirkan motornya, barulah konsumen ini berangkat naik ojek ke rumah Mami Yola.

‘ Jadi orang enggak akan tahu karena kalau dia naik motor ramai-ramai, kan jalan sempit pasti macet, pasti akan ketahuan. Sementara itu yang bisa kita gali,” lanjutnya.

Polisi belum menyatakan kepastian sejak kapan Mami Yola menjadi bandar narkoba. Namun, dari penyitaan rekening tabungannya, Mami Yola sudah mengantongi miliaran rupiah yang diduga hasil kejahatannya.

Sementara itu, Eko menegaskan polisi tidak akan pernah berhenti untuk menyatakan perang terhadap narkoba.

‘ Kami tidak akan bosan-bosan menindak pelaku pengedar narkoba, kita akan tindak terus para pelaku yang masih macam-macam dengan narkoba,” tuntasnya.

Serangan balik geng narkoba Berlan saat penggerebekan rumah bandar narkoba di rumah Yolanda pun menjadi pelajaran berharga. Tanpa kekuatan penuh dan perencanaan matang, geng narkoba bisa balik melawan dan membahayakan keselamatan aparat sendiri.

“Ini bukan modus baru, dulu pernah 2013 atau 2014, ketika saya melakukan gelar perkara, kami dapat masukan dari Kasat Narkoba waktu itu AKBP Donny, kalau ada pelaku yang masuk kampung Bahari [Jakarta Utara], beliau bilang ‘jangan dulu masuk Pak, karena anak buah kami pernah masuk dilawan, mobil patroli dibakar’,” kata Eko Daniyanto saat dihubungi Metro TV, Sabtu (23/1/2015).

Hal itu menjadi bukti bahwa perlawanan geng narkoba di Berlan bukan kali pertama terjadi di Jakarta. Eko mengatakan kini pihaknya membuat prosedur baru dalam penggerebekan sebuah kawasan narkoba.

(Agus)