Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaBogorDaerahJawa BaratNasionalNewsTerkini

Hujan Deras Guyur Parung Panjang, Akses Jalan Salimah Lumpuh Total Akibat Banjir

68
×

Hujan Deras Guyur Parung Panjang, Akses Jalan Salimah Lumpuh Total Akibat Banjir

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Bogor – Jawa Barat,  Akses utama di kawasan Salimah, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, lumpuh total pada Sabtu (4/4/2026) sore setelah banjir setinggi lutut orang dewasa merendam badan jalan.

‎Kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan sejak siang hari yang menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung debit air.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan, genangan air mulai menutup jalur utama sejak pukul 16.00 WIB.

‎Ketinggian air yang mencapai titik terdalam membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, sehingga memicu kemacetan panjang dari kedua arah.

‎Sejumlah pengendara yang memaksa menerobos genangan dilaporkan mengalami mogok mesin di tengah jalan.

‎Sebagian besar warga dan pekerja yang hendak kembali ke rumah terpaksa berhenti atau mencari jalur alternatif demi menghindari risiko kerusakan kendaraan.

‎Dedi, salah seorang warga Perumahan Salimah, mengungkapkan bahwa mobilitas warga benar-benar terhenti akibat kejadian ini.

‎”Sama sekali tidak bisa dilewati. Banyak motor yang mati mesin karena mencoba menerobos. Airnya cukup dalam, terutama di bagian tengah jalan,” jelas Dedi kepada awak media.

‎Warga menduga, selain faktor cuaca ekstrem, buruknya sistem drainase di kawasan tersebut menjadi penyebab utama air cepat meluap ke jalan setiap kali hujan deras melanda.

‎Pemerintah setempat dan warga mengimbau para pengendara untuk sementara waktu menghindari jalur Salimah–Parung Panjang.

‎Masyarakat disarankan mencari rute alternatif dan tetap waspada terhadap potensi lubang jalan yang tidak terlihat akibat tertutup air.

‎Warga berharap pihak berwenang segera melakukan normalisasi drainase di kawasan tersebut agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.

‎(Yohana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *