logo tb
BekasiBeritaDaerahJawa BaratNasionalNewsTerkini

‎HUT RI ke-81 dan Hari Pemuda Internasional: AMBAR Tegaskan Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Tiang Bendera

65
×

‎HUT RI ke-81 dan Hari Pemuda Internasional: AMBAR Tegaskan Kemerdekaan Tak Boleh Berhenti di Tiang Bendera

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Bekasi – Jawa Barat, Di tengah gegap gempita perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Pemuda Internasional ke-26, sebuah refleksi kritis datang dari insan pers nasional.

Pemimpin Redaksi ambaritanews.com sekaligus wartawan investigasi dan aktivis pers, DiORi PARULiAN AMBARiTA (akrab disapa AMBAR), menegaskan bahwa esensi kemerdekaan sejati harus diuji melalui kebebasan berpendapat dan independensi pers, Rabu (12/8/2026).

‎Menurut AMBAR, kemerdekaan tidak boleh terjebak dalam seremonial tahunan, pidato formal, atau slogan nasionalisme semata.

‎Kemerdekaan yang substantif harus dibuktikan dengan adanya ruang aman bagi warga negara untuk menyampaikan kritik tanpa bayang-bayang intimidasi.

‎”Jika kemerdekaan hanya dimaknai bebas dari penjajahan fisik, tetapi rakyat takut bertanya dan jurnalis takut mengungkap fakta, kita harus bertanya: kemerdekaan ini sebenarnya untuk siapa?” ujar AMBAR dalam pernyataan tertulisnya di Bekasi, Rabu (12/8/2026).

‎Jurnalis Bukan Musuh Negara

‎AMBAR menilai tantangan pers saat ini semakin berat.

‎Ia menyoroti pernyataan Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Nany Afrida, pada perayaan HUT ke-32 AJI di Hall Dewan Pers, Jakarta, Jumat (7/8/2026) lalu.

‎Saat itu, Nany merespons berbagai label negatif yang disematkan kepada jurnalis, mulai dari sebutan “Londo ireng”, “tidak punya otak”, hingga “kawanan sirkus”.

‎Nany menyatakan bahwa jika label “Londo ireng” diberikan karena jurnalis menolak tunduk pada keinginan penguasa, maka para jurnalis dengan bangga menerima label tersebut demi menjaga kebenaran.

‎Menanggapi hal itu, AMBAR menyebut komitmen tersebut sebagai tamparan keras bagi pihak-pihak yang memandang pers kritis sebagai musuh.

‎”Jurnalis bukan pegawai kekuasaan. Jurnalis bekerja untuk publik. Loyalitas utama pers adalah pada kebenaran, kode etik, dan kepentingan masyarakat luas, bukan pada pejabat atau partai politik,” tegas AMBAR.

‎Kritik adalah Jantung Demokrasi

‎Lebih lanjut, AMBAR memperingatkan bahaya logika kekuasaan yang kerap menyamakan kritik dengan makar, atau investigasi dengan provokasi.

‎Padahal, dalam iklim demokrasi, pers berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang krusial.Ia sepakat dengan penegasan Nany Afrida bahwa investigasi dan pertanyaan kritis dari jurnalis bukanlah sebuah penghinaan atau bentuk provokasi kepada negara.

‎”Pemerintah tidak perlu takut kepada jurnalis. Yang justru harus ditakuti adalah ketika kekuasaan berjalan tanpa adanya kontrol dan koreksi,” tambahnya.

‎Mengenai sindiran “tidak punya otak” dan “kawanan sirkus”, AMBAR menilai dedikasi jurnalis yang tetap menulis di tengah ancaman fisik maupun ketidakpastian ekonomi adalah bukti nyata dari kekuatan nurani dan integritas.

‎Istilah “kawanan” pun dibalikkan sebagai simbol solidaritas pers: ketika satu jurnalis dikriminalisasi atau diintimidasi, seluruh komunitas pers akan berdiri membela.

‎Alarm untuk Demokrasi dan Seruan bagi Pemuda

‎Memasuki usia ke-81 tahun Indonesia merdeka, AMBAR mengingatkan bahwa kebebasan pers dan demokrasi tidak pernah bersifat permanen dan harus terus dijaga agar tidak bergerak mundur.

‎Momentum Hari Pemuda Internasional yang jatuh pada 12 Agustus 2026 ini juga dipakainya untuk mengajak generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton pasif atau pemburu konten viral di media sosial.

‎”Pemuda harus berani membaca, memeriksa fakta, dan berpikir kritis. Jangan serahkan masa depan bangsa kepada mereka yang hanya pandai mengobral slogan. Generasi muda harus berani menyatakan benar jika benar, dan salah jika salah,” kata AMBAR.

‎Mencintai Indonesia, menurutnya, tidak berarti harus memuji pemerintah setiap hari. Kritik yang konstruktif dan berbasis data adalah bentuk kepedulian tertinggi warga negara terhadap masa depan bangsanya.

‎”Selamat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 dan Hari Pemuda Internasional ke-26. Pers harus tetap menjadi perisai terakhir demokrasi. Selama masih ada keberanian untuk menulis dan mempertahankan kebenaran, semangat kemerdekaan Indonesia tidak akan pernah padam,” pungkas AMBAR.

‎(Red)

PT. BULE ADVENTURE BADUY
Penulis: RedaksiEditor: Datur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. BULE ADVENTURE BADUY