Targetberita.co.id Jakarta, TNI AL memperketat penjagaan di wilayah perbatasan strategis Laut Natuna Utara.
Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I memadukan kekuatan unsur laut dan udara dalam sebuah latihan tempur terpadu pada beberapa waktu lalu.
Dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Senin (2/3/2026), latihan ini melibatkan kapal perang KRI Teuku Umar-385 dan pesawat udara P-8203.
TNI AL menggelar kegiatan ini untuk memperkuat sinergi operasi sekaligus menjaga kedaulatan negara di garis depan.
Prajurit di lapangan melahap berbagai materi latihan krusial. Mereka melakukan pemeriksaan komunikasi (commcheck) untuk memastikan sambungan radio antarunsur berjalan lancar tanpa gangguan.
Selanjutnya, mereka mempraktikkan prosedur penggabungan unsur udara (air joning procedure).
Dalam tahap ini, pesawat patroli maritim berkoordinasi dengan kapal perang untuk mendeteksi target dan bertukar data posisi secara akurat di tengah laut.
Pesawat udara P-8203
Pesawat udara P-8203 melintas di dekat KRI Teuku Umar-385 saat latihan air joining procedure di Laut Natuna Utara.
Antisipasi Serangan Udara
Tak hanya koordinasi, kru KRI Teuku Umar-385 juga menjajal simulasi pertahanan udara.
Skenario ini menguji kesigapan awak kapal dalam menghadapi potensi serangan musuh yang datang dari langit.
Komandan Guspurla Koarmada I Laksamana Pertama Nurlan, memantau langsung jalannya latihan tersebut. Ia menegaskan, konsistensi latihan di daerah operasi memegang peranan vital bagi mental prajurit.
“Kami menekankan pentingnya konsistensi latihan dan evaluasi di sektor patroli. Langkah ini wajib kami lakukan agar kesiapan tempur prajurit tetap optimal dalam menghadapi dinamika keamanan maritim yang terus berubah,” tegas Nurlan.
Seluruh rangkaian latihan berlangsung aman dan lancar. TNI AL terus melakukan evaluasi pascakegiatan untuk meningkatkan efektivitas operasi di wilayah perbatasan yang dinamis tersebut.
(Agus)













