logo tb
BeritaDaerahJawa BaratNasionalNewsTerkini

Jalur Rengasdengklok–Tanjungpura Diprediksi Padat, DPRD Dorong Jalur Alternatif

19
×

Jalur Rengasdengklok–Tanjungpura Diprediksi Padat, DPRD Dorong Jalur Alternatif

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Karawang – Jawa Barat, DPRD Kabupaten Karawang melalui Sekretaris Komisi IV, Asep Syarifudin atau yang akrab disapa Asep Ibe, mengusulkan peningkatan jalan timur saluran PJT II sebagai langkah antisipasi kemacetan di jalur Rengasdengklok–Tanjungpura, Peta Karawang interaktif.

Usulan tersebut disampaikan dalam Musrenbang Dapil II bersama Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Karawang di Kecamatan Kutawaluya, Jumat (13/2/2026).

Forum tersebut dihadiri anggota DPRD, camat, BPD, serta kepala desa se-Dapil II

Menurut Asep Ibe, dalam tiga tahun ke depan jalur Rengasdengklok–Tanjungpura berpotensi mengalami lonjakan kepadatan kendaraan, terutama di sekitar Terminal Tanjungpura.

Pertumbuhan perumahan di wilayah Mekarjati dan Tunggakjati dinilai menjadi salah satu pemicu meningkatnya arus lalu lintas.

“Jalur Rengasdengklok–Tanjungpura ini ke depan akan cukup padat. Apalagi sekarang sudah berdiri perumahan-perumahan besar. Ini tentu berpotensi meningkatkan kemacetan dan angka kecelakaan,” ujarnya.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah segera merealisasikan peningkatan jalan timur saluran PJT II yang berada di tanggul sebelah timur.

Jalur alternatif tersebut dinilai strategis sebagai solusi jangka menengah dalam mengurai kepadatan kendaraan di jalur utama.

Menurutnya, peningkatan jalan timur saluran PJT II akan membuka akses baru dari kawasan Three Bisnis hingga Rengasdengklok.

Dengan adanya jalur alternatif tersebut, beban lalu lintas di ruas utama dapat terbagi sehingga risiko kemacetan bisa ditekan.

“Kalau jalur di sisi timur saluran PJT II ini ditingkatkan, maka bisa membantu mengurai kemacetan di jalur utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, rencana peningkatan jalan timur saluran PJT II perlu masuk dalam prioritas perencanaan daerah agar tidak terlambat mengantisipasi lonjakan kendaraan dalam beberapa tahun mendatang.

Dalam kesempatan itu, Asep Ibe juga mengingatkan agar Musrenbang tidak sekadar menjadi agenda seremonial.

Ia berharap forum perencanaan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya terkait infrastruktur dan keselamatan lalu lintas.

“Kami berharap Musrenbang ini bukan hanya menggugurkan kewajiban. Substansinya harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia optimistis, jika perencanaan infrastruktur dilakukan secara tepat, maka visi Karawang sebagai daerah maju, berdaya saing, dan berkelanjutan pada 2027 dapat terwujud, terutama di wilayah Dapil II.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *