Targetberita.co.id Pandeglang – Banten, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pandeglang menerjunkan tim teknis untuk mengecek kondisi jembatan di Desa Sinarjaya, Kecamatan Mandalawangi, yang putus karena fondasinya longsor.
Tim teknis diterjunkan untuk mengukur panjang dan lebar jembatan sebagai bahan dasar penyusunan DED (Detail Engineering Design).
Koordinasi dengan Kementerian PU dan Pemprov Banten
Anggaran Rp. 400 Juta, DPUPR Pandeglang Hanya Mampu untuk Rawat 4 Jembatan
DPUPR Perbaiki Jalan Berlubang di Alun-alun Pandeglang yang Membahayakan Pengendara
Penyusunan DED ini sangat penting sebagai dokumen perencanaan teknis mendetail yang terdiri dari gambar kerja (bestek), spesifikasi teknis, rincian biaya (RAB/EE), dan perhitungan terstruktur yang disusun oleh konsultan perencana sebagai acuan utama pelaksanaan konstruksi, perbaikan, atau perawatan bangunan.
Jembatan di Desa Sinarjaya yang melintasi aliran Sungai Cisaat putus pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekira pukul 13.00 WIB.
Jembatan Sinarjaya ini merupakan akses utama menghubungkan empat desa, yakni Desa Sinarjaya, Panjang Jaya, Cikumbueun, dan Ramea.
Plt Kepala DPUPR Pandeglang Roni mengatakan, setelah menerima laporan adanya jembatan putus karena ambruk langsung melakukan survey.
“Atas perintah dari Ibu Bupati, kita langsur lakukan survey bersama tim teknis. Utuk pengumpulan data lapangan sebelum penyusunan DED,” katanya, Minggu (1/2/2026).
Roni mengungkapkan, hasil pengamatan kasat mata secara kontruksi bagian lantai badan jembatan masih bagus. Tidak mengalami keretakan atau belah.
“Kalau ini lantai jembatan masih bagus. Nanti mau kita lihat, apakah masih bisa diangkat lagi dan kembali difungsikan sebagai jembatan darurat,” katanya.
Selain lantai jembatan masih bagus, pondasi jembatan yang sebelah juga masih bagus.
“Untuk memastikan penanganannya kita
akan terjunkan tim teknis. Apakah nanti bisa diangkat dulu, apa gimana kalau lantainya bisa diangkat maka kita bangunkan pondasi sebelahnya. Karena kalau secara kasat mata lantainya masih kokoh,” katanya.
Lebih lanjut Roni mengungkapkan, kalau memang nanti hasil tim teknis sudah tak bisa digunakan lagi maka tim teknis akan menyusun DED-nya.
“Adapun untuk jembatan darurat kita
koordinasikan dengan Pemprov Banten. Kaitan peminjaman jembatan bailey,” katanya.
(Red)












