logo tb
BeritaDaerahNasionalNewsPapua Barat DayaTerkiniTNI / POLRI

Kapal Tunda TNI AL Evakuasi Kapal Pesiar di Raja Ampat

65
×

Kapal Tunda TNI AL Evakuasi Kapal Pesiar di Raja Ampat

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Papua Barat Daya, Kapal tug boat atau kapal tunda TNI Angkatan Laut di bawah kendali Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) XIV Sorong mengevakuasi kapal pesiar KLM Sanya Pacific High yang rusak propelernya saat berlayar di sekitar Perairan Pulau Pam, Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Daya, Rabu (4/3/2026).

Mengutip siaran pers dari laman tni.mil.id, kronologis kejadian bermula saat kapal pesiar KLM Sanya Pasific High berangkat dari Pulau Penemu menuju Pulau Pam pada Senin (2/3/2026).

Namun, lebih kurang satu mil perjalanan, kapal mengalami kedaruratan karena baling-baling atau propeler kapal terlepas.

Keesokan harinya, Staf Operasi Kodaeral XIV menerima informasi dari kapten kapal KLM Sanya Pacific High, Irwandi, bahwa kapal KLM Sanya Pacific High membutuhkan bantuan di sekitar Perairan Pulau Pam.

Staf kemudian melapor ke Komandan Kodaeral XIV Laksamana Muda Djatmoko, yang langsung merespons cepat dengan memerintahkan komandan kapal TD Umsini untuk segera mencari dan mengevakuasi kapal KLM Sanya Pacific High.

Pada Selasa (3/3/2026) pukul 17.15 WIT, kapal TD Umsini Kodaeral XIV berangkat menuju lokasi kejadian.

Pada Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 00.04 WIT, kapal TD Umsini Kodaeral XIV tiba di lokasi. Tujuh jam kemudian, kapal pesiar dievakuasi setelah mempertimbangkan faktor keamanan, baik cuaca maupun medan.

Kapal KLM Sanya Pasific High kemudian ditarik kapal TD Umsini Kodaeral XIV menuju kolam bandar di sekitar wilayah Pelabuhan Umum Sorong, Papua Barat Daya.

Komandan kapal TD Umsini Kodaeral XIV Peltu (Nav) Aris Malulun menyampaikan bahwa sembilan anak buah kapal (ABK) KLM Sanya Pacific High dalam keadaan aman dan tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Prioritas utama kami adalah keselamatan personel serta memastikan kapal dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk pemeriksaan teknis lebih lanjut,” kata Aris.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *