Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BekasiBeritaDaerahJawa BaratNasionalNewsPendidikanTerkini

KDM Lepas 113 Pelajar SMK Ke Jepang dan Jerman

380
×

KDM Lepas 113 Pelajar SMK Ke Jepang dan Jerman

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co id Bekasi – Jawa Barat, Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, bersama Plh Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Ida Farida, turut serta mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, dalam acara pelepasan 113 peserta pemagangan ke Jepang dan Ausbildung ke Jerman melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Horenso.

Kegiatan pelepasan berlangsung di SMK Mitra Industri MM2100, Cikarang Barat, Senin (9/9/2025).

Bupati Bekasi menegaskan bahwa persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Daerah ini dikenal sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia dengan ribuan perusahaan yang berdiri dan beroperasi di kawasan industri modern.

“Program pemagangan ke Jepang dan Ausbildung ke Jerman adalah salah satu langkah konkret untuk mempersiapkan tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga kompeten, berdisiplin, dan memiliki pengalaman internasional,” ujar Bupati Ade Kuswara Kunang.

Bupati menambahkan, melalui kesempatan magang ini para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga mempelajari budaya kerja, etos disiplin, serta nilai-nilai produktivitas dari negara-negara maju.

Dengan begitu, ketika kembali ke tanah air nantinya para peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Bupati Bekasi juga menegaskan bahwa keberangkatan para peserta ini sejalan dengan target besar pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, investasi terbesar dalam pembangunan bangsa bukan hanya pada sektor infrastruktur fisik, tetapi juga pada kualitas manusia.

“Kabupaten Bekasi dengan segala potensinya mendukung penuh cita-cita Indonesia Emas 2045. Kita ingin generasi muda memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan kompetitif. Dengan program pemagangan ini, mereka akan kembali membawa pengetahuan dan keterampilan baru yang bisa memperkuat daya saing nasional,” jelas Bupati.

Ia juga menekankan bahwa dunia kerja masa depan menuntut SDM dengan standar global. Oleh karena itu, program magang internasional menjadi langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi transformasi industri, termasuk era Industri 4.0 dan transisi menuju ekonomi hijau.

Sebagai wilayah yang memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi memiliki posisi yang sangat penting dalam mendukung perekonomian nasional.

Ribuan perusahaan dalam berbagai sektor beroperasi di daerah ini, sehingga kebutuhan akan tenaga kerja terampil terus meningkat.

Selain itu, program ini juga dipandang sebagai jembatan yang memperkuat hubungan antara pendidikan formal dengan kebutuhan industri.

Dengan kurikulum yang selaras serta praktik langsung di negara maju, peserta diharapkan mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Dengan jumlah SMK yang banyak di Kabupaten Bekasi, kita berkomitmen agar para lulusannya tidak hanya terserap di pasar kerja lokal, tetapi juga mampu menembus pasar global. Kerja sama dengan lembaga pelatihan, dunia usaha, dan pemerintah pusat menjadi kunci penting untuk melahirkan tenaga kerja yang unggul,” tambah Bupati.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan LPK Horenso atas terselenggaranya program ini. Menurutnya, kualitas SDM menjadi penentu keberhasilan pembangunan di masa depan, sehingga program magang ke luar negeri harus terus diperluas dan diperbanyak.

Dirinya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga pelatihan. Dengan demikian, setiap siswa atau lulusan bisa mendapatkan akses yang lebih luas terhadap pendidikan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri global

“Setiap tahun, kami menargetkan lahirnya 10.000 tenaga terdidik dari Jawa Barat. Namun, yang terpenting bukan hanya banyaknya sekolah atau lamanya belajar, melainkan kualitas hasil pendidikan. Sekolah istimewa bukan diukur dari megahnya gedung, melainkan dari kemampuannya melahirkan lulusan yang tangguh, unggul, dan siap membawa perubahan bagi masyarakat,” ungkap Gubernur.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap dapat terus membuka jalan bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman internasional. Selain meningkatkan kualitas individu, langkah ini juga diharapkan mampu menciptakan multiplier effect berupa transfer ilmu, keterampilan, dan budaya kerja produktif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Keberangkatan 113 peserta hari ini adalah awal dari perjalanan panjang dalam mencetak SDM Kabupaten Bekasi yang siap bersaing di kancah global. Kami percaya, dengan kerja keras, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah, mereka akan kembali sebagai tenaga profesional yang mampu memberi kontribusi besar bagi bangsa dan daerah,” jelasnya.

(Agus)

An – 26 Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas Tanpa Tanda Serangan KRIMEA – Dugaan gangguan teknis menjadi fokus awal penyelidikan jatuhnya pesawat angkut militer Rusia jenis Antonov An-26 di wilayah Semenanjung Krimea yang menewaskan seluruh 29 orang di dalamnya. Insiden ini terjadi saat pesawat menjalankan penerbangan rutin dan kehilangan kontak dengan pusat kendali. Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pesawat terputus pada Senin 31 Maret 2026 sekitar pukul 18.00 waktu Moskow saat pesawat berada di udara dalam misi terjadwal. “Pada 31 Maret sekitar pukul 18.00 waktu Moskow, kontak hilang dengan pesawat angkut militer An-26 saat sedang menjalankan penerbangan terjadwal di atas Semenanjung Krimea,” kata kementerian tersebut, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Rabu, (01/04/2026). Tim pencarian dan penyelamatan kemudian dikerahkan dan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Dari hasil temuan di lapangan, seluruh awak dan penumpang dinyatakan meninggal dunia. “Tim pencarian dan penyelamatan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat An-26. Berdasarkan laporan dari lokasi, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya tewas,” tambah kementerian itu. Total korban dalam insiden ini mencapai 29 orang, terdiri dari enam awak dan 23 penumpang. Tidak ditemukan adanya korban selamat dalam peristiwa tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal terhadap puing-puing pesawat tidak menunjukkan adanya tanda-tanda dampak eksternal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kecelakaan kemungkinan besar dipicu oleh kegagalan teknis pada pesawat. Meski demikian, penyelidikan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut. Otoritas terkait juga tengah mengumpulkan data penerbangan dan rekaman komunikasi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan penerbangan militer, khususnya terkait kelayakan teknis armada yang digunakan dalam operasi rutin. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab kecelakaan sekaligus menjadi dasar evaluasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Berita

Targetberita.co.id Krimea – Ukraina, Dugaan gangguan teknis menjadi…