Targetberita.co.id Jakarta, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) menegaskan komitmen dalam memperkuat pertahanan dan keamanan ruang udara nasional secara terpadu.
Untuk merealisasikan komitmen tersebut, jajaran Kohanudnas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pertahanan Udara (Hanud) TNI Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin langsung oleh Panglima Kohanudnas (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono di Gedung Leo Wattimena Koopsudnas, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
Rakor dihadiri oleh unsur Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI Angkatan Darat (TNI AD), Pertahanan Udara (Hanud) maritim TNI Angkatan Laut (TNI AL), serta unsur tempur, radar, dan rudal TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Keseluruhan satuan tersebut merupakan satuan-satuan strategis di tubuh TNI yang terkait dengan penyelenggaraan pertahanan udara.
Rakor ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan dan kesiapan operasional Hanud TNI dalam kerangka sistem pertahanan negara yang terpadu dan berkelanjutan.
Rapat Koordinasi Pertahanan Udara
Rapat Koordinasi Pertahanan Udara (Hanud) TNI Tahun Anggaran 2026 yang dihadiri satuan-satuan strategis TNI di bidang pertahanan udara.
Dalam arahannya, Pangkohanudnas menegaskan bahwa pertahanan udara harus ditempatkan sebagai sistem strategis nasional yang menentukan kemampuan TNI dalam mengendalikan eskalasi konflik sejak tahap paling awal.
“Kohanudnas merupakan satuan terdepan dalam mendeteksi dan menghalau setiap potensi ancaman kekuatan musuh, sehingga dituntut senantiasa adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis yang terus berkembang,” tegas Marsdya TNI Andyawan dikutip dari unggahan Instagram @kohanud_nasional, Kamis (19/2/2026).
Selama pelaksanaan Rakor turut dipaparkan kesiapan satuan dan alpalhankam dari perwakilan tiga matra TNI sebagai bagian dari proses konsolidasi untuk menyamakan pemahaman serta terminologi.
Selain itu, paparan yang sama juga bertujuan untuk memastikan interoperabilitas antarsistem dapat berjalan secara optimal, sehingga seluruh unsur pertahanan udara dapat terhubung dan bekerja efektif dalam satu kerangka sistem pertahanan udara nasional (Sishanudnas) terpadu.
(Agus)












