Targetberita.co.id Korea Utara, Kecam Penyerangan AS ke Venezuela, Peringatkan Ancaman Konflik Global.
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melalui pernyataan resminya mengecam keras tindakan Amerika Serikat.
Korea Utara Kecam Penyerangan AS ke Venezuela, aksi Washington sebagai provokasi berbahaya yang berpotensi memicu “perang termonuklir paling mematikan “
Ketegangan geopolitik internasional meningkat tajam setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Aksi tersebut menuai kecaman keras dari Korea Utara yang menilai langkah Washington berpotensi memicu konflik global berskala besar.
Berdasarkan informasi yang beredar hingga Minggu, 4 Januari 2026, pasukan elite Amerika Serikat melakukan operasi khusus di Caracas pada Sabtu, 3 Januari 2026.
Dalam operasi tersebut, Nicolás Maduro dan Cilia Flores ditangkap dan kemudian diterbangkan ke Amerika Serikat.
Keduanya saat ini dilaporkan ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, New York, untuk menghadapi sejumlah dakwaan pidana.
Menanggapi peristiwa tersebut, Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melalui pernyataan resminya mengecam keras tindakan Amerika Serikat.
Ia memperingatkan bahwa penangkapan pemimpin negara berdaulat melalui operasi militer dapat memperparah ketegangan global dan membuka jalan menuju konflik yang lebih luas.
Sejumlah media internasional melaporkan, Kim Jong-un bahkan menyebut aksi Washington sebagai provokasi berbahaya yang berpotensi memicu “perang termonuklir paling mematikan” apabila terus dibiarkan.
Korea Utara juga menyinggung kemungkinan keterlibatan negara-negara sekutu Venezuela, termasuk Rusia, yang disebut-sebut dapat mengambil langkah strategis untuk membela Caracas.
“Penindasan terhadap kedaulatan suatu negara hanya akan menyeret dunia ke jurang perang besar,” demikian inti pernyataan keras yang disampaikan Pyongyang, sembari menyerukan pembebasan Nicolás Maduro.
(Red)












