Targetberita.co.id Jakarta, Kapal perang terbaru TNI AL, KRI Prabu Siliwangi-321, akhirnya menginjakkan kaki di benua Afrika. Kapal canggih ini sandar di Cape Town, Afrika Selatan, pada Selasa (4/3/2026) di tengah perjalanan panjangnya menuju Indonesia.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul, menjelaskan persinggahan ini membawa misi khusus.
TNI AL tidak hanya mengisi logistik, tetapi juga menjalankan diplomasi maritim.
“KRI Prabu Siliwangi-321 melaksanakan kunjungan pelabuhan (port visit) sebagai bagian dari rangkaian Operasi Penyeberangan Jala Raksa-26. Ini momentum penting untuk memperkuat persahabatan antara TNI AL dan dunia internasional,” ujar Tunggul dalam keterangannya, dikutip Sabtu (7/3/2026).
Tunggul memaparkan, Komandan KRI Prabu Siliwangi-321 Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja langsung bergerak cepat.
Ia melakukan kunjungan kehormatan ke markas Angkatan Laut Afrika Selatan.
Delegasi Indonesia bertemu langsung dengan Laksamana Muda Handsome Thamsanga Matshane di Pangkalan Angkatan Laut Simon’s Town.
“Mereka bertukar plakat sebagai simbol persahabatan. Rombongan juga menemui pejabat pemerintah kota Cape Town untuk membuka peluang kerja sama kemaritiman yang lebih luas antara kedua negara,” tambah Tunggul.
Pilih Rute Memutar yang Menantang
Perjalanan KRI Prabu Siliwangi pulang ke Tanah Air terbilang unik. Kapal ini tidak mengambil rute pendek via Terusan Suez, melainkan memilih rute menantang mengelilingi benua Afrika.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali sebelumnya mengonfirmasi hal tersebut.
Pilihan rute ini sekaligus menjadi ujian ketahanan (endurance) bagi kapal baru tersebut sebelum resmi memperkuat armada tempur nasional.
“Karena melalui jalur Afrika, mengelilingi Afrika, jadi mungkin sampai di Indonesia awal April,” jelas Ali beberapa waktu lalu.
Kedatangan KRI Prabu Siliwangi pada April nanti sangat dinantikan. Kapal ini menandai kembalinya era “senjata berat” di tubuh TNI AL.
Kapal jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) ini menggendong meriam utama kaliber 127 mm.
Sebelum meninggalkan Italia, kapal ini sukses melakukan uji tembak struktur (structural firing) di Teluk La Spezia.
Senjata raksasa ini memberikan kemampuan bantuan tembakan kapal yang masif. Kemampuan tersebut sudah lama dirindukan TNI AL sejak era kapal korvet kelas Fatahillah.
Kini, “monster laut” tersebut sedang membelah samudera untuk segera menjaga kedaulatan NKRI.
(Agus)












