logo tb
BeritaDaerahJawa TimurNasionalNewsSurabayaTerkiniTNI / POLRI

Lanud Muljono Surabaya Kosongkan Rumah Dinas

69
×

Lanud Muljono Surabaya Kosongkan Rumah Dinas

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Surabaya – Jawa Timur, Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Lanud) Muljono Surabaya lakukan pengosongan rumah dinas di Gajah Mada II, para Purnawirawan dan Warakawuri terlantar, pada Senin (27/42026) pagi.

Pengosongan rumah dinas AURI itu dilakukan secara paksa, lantaran dari para Purnawirawan dan Warakawuri dianggap mengabaikan surat peringatan (SP) hingga ke 3 kali.

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Para petugas mengosongkan rumah dinas dengan cara mengeluarkan paksa barang-barang milik 10 keluarga Purnawirawan dan Warakawuri. Semua barang atau perabotan rumah di keluarkan dan ditelantarkan di jalanan kampung Gajah Mada.

Sementara, para Purnawirawan dan Warakawuri berkumpul di depan gapura, hanya bisa melihat barang-barangnya yang dikeluarkan dari rumahnya masing-masing.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan II Pangkalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) Muljono Surabaya, Kolonel Ahmad Mulyono SE. MM. mengatakan bahwa kegiatan ini bukan secara mendadak dilakukan pengosongan, .elainkan pada sebelumnya sudah melalui tahap pemberitahuan hingga ke 3 kalinya.

Langkah tersebut juga dilakukan untuk menata administrasi serta mengembalikan fungsi rumah dinas sesuai peruntukannya.

“Penertiban rumah dinas TNI AU ini merupakan upaya menata administrasi, mengembalikan fungsi aset negara, serta memastikan rumah dinas digunakan untuk mendukung tugas personel aktif. Dengan begitu, kesiapan operasional satuan dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses penertiban telah dimulai sejak Agustus 2025 melalui pemberian surat peringatan secara bertahap, mulai dari peringatan pertama hingga ketiga yang berakhir pada Desember 2025.

“Peringatan sudah diberikan sejak Agustus hingga Desember 2025,” katanya.

Dalam pelaksanaan hari ini, tercatat sembilan penghuni dilakukan penertiban.

Sementara itu, tiga penghuni lainnya telah lebih dahulu mengosongkan rumah secara mandiri.

“Total terdapat 13 unit rumah. Dari jumlah tersebut, satu penghuni diberikan waktu tambahan selama satu pekan karena alasan kesehatan, yakni menjalani cuci darah. Sembilan dilakukan penertiban, dan tiga telah menyerahkan secara mandiri,” pungkasnya.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *