Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BantenBeritaDaerahNasionalNewsTangerangTerkiniTNI / POLRI

Lasatgab III: Babinsa Kresek Didik Paskibra Jadi Pemimpin Disiplin

389
×

Lasatgab III: Babinsa Kresek Didik Paskibra Jadi Pemimpin Disiplin

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Tangerang, Kodam Jaya, Tigaraksa – Banten, Danramil 07/Kresek Kapten Inf Amin menegaskan pentingnya peran Babinsa dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Latihan Satuan Gabungan Tiga (Lasatgab III) Paskibra Korwil Kecamatan Kresek yang berlangsung di Lapangan Utama YPI Al-Hafidz, Desa Talok, Minggu (9/2/2025).

Latihan ini merupakan hasil kerja sama antara Koramil 07/Kresek dan panitia Lasatgab III Paskibra Kresek Tahun 2024-2025. Ketua Korwil Kresek Sekhal Fauzi, Ketua Pelaksana Faris Mumtaza Hasan, dan Sekretaris Nurul Aprianti turut hadir dalam kegiatan ini.

Dalam pelatihan tersebut, Babinsa Desa Talok Serka Budi Sutopo memberikan materi tentang “Disiplin dalam Kepemimpinan” kepada peserta. Ia menekankan bahwa kedisiplinan adalah pondasi utama yang harus dimiliki oleh setiap pemimpin.

“Pemimpin yang hebat lahir dari kebiasaan disiplin. Mulailah dari diri sendiri, dari hal kecil seperti ketepatan waktu, tanggung jawab, dan sikap sehari-hari. Jika ingin dihormati dan dipercaya, biasakan disiplin sejak dini,” ujar Serka Budi di hadapan peserta.

Danramil 07/Kresek Kapten Inf Amin mengapresiasi peran aktif Babinsa dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan ini. Menurutnya, latihan ini bukan hanya tentang baris-berbaris, tetapi juga membentuk mental dan karakter calon pemimpin bangsa.

“Kami di Koramil 07/Kresek mendukung penuh kegiatan ini. Babinsa harus terlibat langsung dalam pembinaan generasi muda agar mereka memiliki disiplin, tanggung jawab, dan kepemimpinan yang baik. Ini adalah bagian dari pengabdian kami untuk masyarakat,” kata Kapten Inf Amin.

Latihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan fisik, mental, serta kemampuan kepemimpinan anggota Paskibra. Dengan adanya materi dari Babinsa, diharapkan peserta lebih memahami bahwa kedisiplinan bukan sekadar tuntutan, melainkan kebiasaan yang membentuk karakter tangguh.

Lasatgab III menjadi ajang penting bagi peserta Paskibra Kresek untuk mengasah kemampuan mereka sebelum bertugas dalam upacara resmi. Dengan bimbingan TNI, mereka tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga diberikan wawasan kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

(Daniel Turangan)

An – 26 Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas Tanpa Tanda Serangan KRIMEA – Dugaan gangguan teknis menjadi fokus awal penyelidikan jatuhnya pesawat angkut militer Rusia jenis Antonov An-26 di wilayah Semenanjung Krimea yang menewaskan seluruh 29 orang di dalamnya. Insiden ini terjadi saat pesawat menjalankan penerbangan rutin dan kehilangan kontak dengan pusat kendali. Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pesawat terputus pada Senin 31 Maret 2026 sekitar pukul 18.00 waktu Moskow saat pesawat berada di udara dalam misi terjadwal. “Pada 31 Maret sekitar pukul 18.00 waktu Moskow, kontak hilang dengan pesawat angkut militer An-26 saat sedang menjalankan penerbangan terjadwal di atas Semenanjung Krimea,” kata kementerian tersebut, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Rabu, (01/04/2026). Tim pencarian dan penyelamatan kemudian dikerahkan dan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Dari hasil temuan di lapangan, seluruh awak dan penumpang dinyatakan meninggal dunia. “Tim pencarian dan penyelamatan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat An-26. Berdasarkan laporan dari lokasi, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya tewas,” tambah kementerian itu. Total korban dalam insiden ini mencapai 29 orang, terdiri dari enam awak dan 23 penumpang. Tidak ditemukan adanya korban selamat dalam peristiwa tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal terhadap puing-puing pesawat tidak menunjukkan adanya tanda-tanda dampak eksternal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kecelakaan kemungkinan besar dipicu oleh kegagalan teknis pada pesawat. Meski demikian, penyelidikan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut. Otoritas terkait juga tengah mengumpulkan data penerbangan dan rekaman komunikasi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan penerbangan militer, khususnya terkait kelayakan teknis armada yang digunakan dalam operasi rutin. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab kecelakaan sekaligus menjadi dasar evaluasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Berita

Targetberita.co.id Krimea – Ukraina, Dugaan gangguan teknis menjadi…