Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaDaerahKab. TobaNasionalNewsSumatera UtaraTerkini

‎Lestarikan Warisan Budaya, 60 Pelajar Ikuti Lomba Tenun Sirat di HUT ke-27 Kabupaten Toba

139
×

‎Lestarikan Warisan Budaya, 60 Pelajar Ikuti Lomba Tenun Sirat di HUT ke-27 Kabupaten Toba

Sebarkan artikel ini
https://targetberita.co.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-14-at-19.21.23.jpeg

Targetberita.co.id Balige – Kab. Toba – Sumatera Utara, Sebanyak 60 pelajar dari berbagai sekolah unjuk kebolehan dalam Lomba Tenun Sirat Tojuk Tingkat Pelajar yang digelar di Lapangan Venue, Balige, Jumat (13/3/2026).



‎Perhelatan ini menjadi salah satu agenda utama dalam memeriahkan hari ulang tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Toba.

‎Para peserta didominasi oleh generasi muda dari Kecamatan Sigumpar dan Kecamatan Silaen, dua wilayah yang selama ini dikenal sebagai sentra atau ‘sarang’ pengrajin tenun sirat di Kabupaten Toba.

‎Ketua Dekranasda Kabupaten Toba, Ny. Astita Effendi Napitupulu, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta, orang tua, serta pihak kecamatan yang antusias melestarikan tradisi ini. Ia menekankan bahwa tenun sirat bukan sekadar kerajinan tangan, melainkan identitas daerah yang harus dijaga.

‎”Lomba ini bukan sekadar kompetisi, melainkan pemantik semangat bagi generasi muda untuk terus berkarya. Kita ingin warisan budaya ini tetap hidup dan lestari di tangan anak cucu kita,” ujar Ny. Astita.

‎Lebih lanjut, Ny. Astita menjelaskan bahwa Dekranasda berkomitmen menjalin kolaborasi erat dengan Dinas Koperindag untuk memperluas regenerasi penenun muda ke seluruh kecamatan di Toba.

‎Langkah ini diambil guna mendukung sektor pariwisata Toba yang sedang berkembang pesat.

‎”Kabupaten Toba adalah destinasi wisata. Kita ingin wisatawan yang datang bisa membawa pulang oleh-oleh khas hasil karya autentik putra-putri terbaik Toba,” tambahnya.

‎Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Toba berharap seni tenun sirat tidak hanya menjadi kebanggaan masa lalu, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kreatif bagi generasi masa depan.

‎(Fulkan Tampubolon)