Targetberita.co.id Malaysia, Skandal dugaan korupsi pengadaan militer kembali menghebohkan Malaysia karena petugas antikorupsi menyita aset mewah bernilai fantastis dari lingkaran mantan pejabat tinggi militer.
Dalam operasi tersebut, petugas menyita 26 jam tangan Rolex senilai lebih dari RM. 11,4 juta atau setara Rp. 47,39 miliar, yang berkaitan dengan penyelidikan kasus pengadaan militer yang melibatkan mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Malaysia.
Selain itu, penggeledahan tersebut dilakukan di rumah istri kedua Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan, yang digerebek petugas pada pekan lalu sebagai bagian dari penyelidikan intensif.
Mantan KSAD Malaysia Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan dan kedua istrinya telah ditahan sehubungan penyelidikan kasus tender pengadaan untuk angkatan darat.
Mantan KSAD Malaysia Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan dan kedua istrinya telah ditahan sehubungan penyelidikan kasus tender pengadaan untuk angkatan darat.
Dalam keterangannya, Ketua Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) Azam Baki mengungkapkan langkah tegas yang telah diambil lembaganya.
“Kami membekukan 75 rekening bank perusahaan, dengan total nilai RM32,5 juta,” kata Ketua Komisi Anti Korupsi Malaysia (MACC) Azam Baki dalam konferensi pers, Kamis, 15 Januari 2026, sebagaimana dilansir Okezonenews.
Selain pembekuan rekening, petugas juga mengamankan berbagai aset bernilai tinggi dari lokasi penggeledahan.
“Barang-barang lain yang disita termasuk uang tunai RM. 4,4 juta, mata uang asing RM. 1,4 juta, 26 jam tangan mewah senilai RM. 2,3 juta, perhiasan dan emas senilai lebih dari RM. 3,4 juta serta sebuah kendaraan mewah yang diperkirakan bernilai RM. 360.000.”
Sementara itu, penyelidikan kasus ini turut menyeret mantan KSAD Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan beserta kedua istrinya.
Dalam proses hukum tersebut, aparat menahan perwira militer berpangkat tinggi itu selama tujuh hari, sementara salah satu istrinya ditahan enam hari dan istri lainnya ditahan tiga hari.
Sebelumnya, pada Rabu (7/1/2026), mantan KSAD tersebut bersama salah satu istrinya mendatangi markas MACC untuk memberikan keterangan terkait penyelidikan tender kontrak militer yang masih berlangsung.
(Red)












