Targetberita.co.id Jakarta, Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, meresmikan Torasera (Toko Rakyat Serba Ada) Nurja Berkah yang dikelola Koperasi Ponpes Nurul Jadid di Paiton, Probolinggo.
Peresmian ini menandai kehadiran Torasera pertama di Pulau Jawa yang diharapkan menjadi model pengembangan pusat distribusi koperasi desa.
Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, Ra Faiz AHZ, menjelaskan bahwa Torasera adalah pengembangan dari layanan yang sudah ada.
“Program Torasera ini adalah kelengkapan dari layanan kami. Harapannya kami bisa melayani masyarakat lebih luas, sekaligus menjadi bagian dari program prioritas pemerintah seperti KDMP dan BNKM,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Saat ini, Torasera Nurja Berkah telah bermitra dengan sekitar 12 KDMP (Koperasi Desa Merah Putih).
Kemitraan ini meliputi penyediaan bahan pokok dan sistem distribusi secara bertahap.
“KDMP yang sudah bermitra nantinya suplai barangnya masuk ke sini.
Kami berusaha memberikan harga terbaik dengan dukungan KDMP, terutama untuk kebutuhan pangan yang menjadi prioritas,” jelasnya.
Torasera Sebagai Pusat Distribusi
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan bahwa Torasera bukan sekadar gerai ritel.
“Ini bukan gerai. Ini toko rakyat serba ada, Torasera. Fungsinya sebagai pusat distribusi yang akan menyuplai kebutuhan pokok, kebutuhan sehari-hari, hingga barang subsidi ke koperasi desa Kelurahan Merah Putih,” tegasnya.
Idealnya, satu Torasera dapat menyuplai hingga 100 koperasi desa. Di Kabupaten Probolinggo, dari 168 koperasi desa yang direncanakan, baru 17 yang beroperasi.
Torasera Nurja Berkah diharapkan dapat memenuhi kebutuhan barang bagi koperasi-koperasi tersebut.
Fungsi Ganda Torasera
Selain menjadi pusat distribusi, Torasera juga akan menjadi offtaker atau penampung hasil produksi masyarakat, termasuk tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, produk kerajinan, dan kuliner.
“Pesan Presiden jelas, tidak boleh lagi ada produk masyarakat yang tidak terserap pasar,” kata Ferry.
Nurja Berkah memiliki potensi lahan untuk dikembangkan menjadi pusat pengolahan dan pergudangan produk masyarakat.
Dengan demikian, Torasera akan menyerap hasil produksi dari masyarakat.
Dukungan UMKM Lokal
Kementerian Koperasi mendorong pelaku UMKM dan pemegang merek lokal, terutama kalangan milenial dan Gen Z, untuk memproduksi barang berbasis bahan baku lokal.
“Silakan produksi barang-barang sendiri dari bahan lokal, lalu kita jual di Torasera ini. Nantinya akan kita distribusikan ke gerai-gerai koperasi desa Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.
Pemerintah berencana mendorong penerima manfaat bantuan sosial seperti PKH dan bantuan pangan non-tunai untuk menjadi anggota koperasi desa.
Dengan menjadi anggota, mereka dapat berbelanja di koperasi dan memperoleh sisa hasil usaha (SHU) setiap tahun.
Ferry menyebut Torasera Nurja Berkah sebagai Torasera rintisan kedua setelah Kubu Raya, Kalimantan Barat, dan yang pertama di Pulau Jawa.
Ke depan, Torasera diharapkan hadir di setiap kabupaten/kota. Pemerintah tengah membangun sekitar 30 ribu koperasi desa Kelurahan Merah Putih yang ditargetkan selesai pada April mendatang dan siap beroperasi.
“Torasera ini bagian yang tidak terpisahkan dari operasionalisasi koperasi desa. Pasokan dan suplai barang harus dipersiapkan. Idealnya, KDMP di sekitar Torasera menyuplai dan mengambil barang dari sini, apalagi jika harganya lebih murah,” jelasnya.
Melalui sistem distribusi terintegrasi ini, pemerintah berharap distribusi bahan pokok seperti minyak goreng dan beras dapat langsung menjangkau desa melalui koperasi desa.
(Ricki)












