logo tb
BantenBeritaCilegonDaerahNasionalNewsTerkini

Menteri BKKBN Kunjungi Cilegon, Perkuat Peran TPK untuk Program Makan Bergizi Gratis

99
×

Menteri BKKBN Kunjungi Cilegon, Perkuat Peran TPK untuk Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Cilegon – Banten, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nasional (BKKBN) RI, Wihaji, melakukan kunjungan kerja ke Kota Cilegon, Provinsi Banten, Kamis (5/2/2026).

Kedatangan Wihaji disambut langsung oleh Wali Kota Cilegon Robinsar bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, serta ratusan kader yang ada di Kota Cilegon.

Dalam kunjungannya, Wihaji menegaskan bahwa agenda utama kedatangannya ke Cilegon adalah untuk melakukan penguatan terhadap Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Saat ini, kata dia, jumlah TPK di seluruh Indonesia mencapai 597.662 tim, dan salah satunya berada di Kota Cilegon.

“Kebetulan ini tentang penguatan pendamping keluarga yang disebut TPK. Di Indonesia kita punya 597.662 TPK dan salah satunya ada di Kota Cilegon,” ujar Wihaji.

Wihaji menjelaskan, TPK kini mendapat tugas baru dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Pasal 47.

Dalam regulasi tersebut, TPK diminta berperan dalam pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

“Kenapa perlu dikumpulkan, karena ada beberapa penguatan. Kita mendapatkan perintah baru dari Bapak Presiden. Melalui Perpres Nomor 115 Pasal 47, Tim Pendamping Keluarga diminta untuk mendistribusikan program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD,” jelasnya.

Namun demikian, Wihaji mengungkapkan bahwa implementasi program tersebut di sejumlah daerah masih menghadapi kendala.

Ada wilayah yang belum memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ada yang masih dalam tahap pendataan, serta ada pula yang masih melakukan uji coba.

“Dari distribusi itu ada yang bertanya kenapa belum dapat, karena memang ada daerah yang belum memiliki SPPG. Ada yang masih pendataan dan ada juga yang masih percobaan,” katanya.

Khusus di Kota Cilegon, Wihaji menyampaikan apresiasinya berdasarkan laporan Wali Kota Cilegon Robinsar, yang menyebutkan bahwa saat ini telah tersedia lebih dari 30 SPPG.

Ke depan, SPPG tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, Lendy Delyanto, mengapresiasi kunjungan kerja Menteri BKKBN ke Kota Cilegon.

“Izin, bila saya belum tepat memberikan informasi karena saya baru satu hari menjabat sebagai Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon. Berdasarkan komunikasi saya dengan kepala DP3AP2KB sebelumnya, OPD kami belum termasuk dalam tim TPK. Namun ke depan akan kami komunikasikan dengan tim yang ada di tingkat Kota Cilegon,” ujar Lendy.

Lendy menambahkan, berdasarkan laporan Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon sebelumnya, Lia Nurlia Mahatma, DP3AP2KB memang belum masuk dalam struktur TPK.

Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen untuk melakukan penguatan dan koordinasi dengan TPK yang telah terbentuk.

“Tetap kami lakukan penguatan terhadap TPK di Kota Cilegon, dan ke depan kami akan berkoordinasi dengan TPK yang sudah terbentuk,” pungkasnya.

(Red)