logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Menteri PKP Groundbreaking Rusun Subsidi di Meikarta Bekasi

54
×

Menteri PKP Groundbreaking Rusun Subsidi di Meikarta Bekasi

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta.

Rusun itu akan dibangun dengan memanfaatkan lahan seluas 30 hektare.Peta

Ara demikian sapaan akrab Menteri PKP, tiba di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat sekitar pukul 15.09 WIB. Ia pun langsung memantau lokasi proyek sebelum memulai groundbreaking.

Dalam pembukaan acara, Ara menyatakan rusun subsidi dibangun di atas lahan 30 hektare. Nantinya akan ada sekitar 140.000 unit rusun.

“(Lahan) 30 hektare ini luar biasa dari gambaran timnya Danantara, Pak James, dan tim kita, kurang lebih bisa 140 ribu unit (rusun),” ujar Ara di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Minggu, 8 Maret 2026 dikutip detik.com.

Selain itu, ia melaporkan tanah rusun sudah dipastikan legalitasnya dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK). Lahan tersebut kini dihibahkan untuk negara buat bangun rusun.

Ia juga mengaku mendapatkan dukungan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi untuk membangun rusun subsidi di Bekasi.

Pada kegiatan ini hadir beberapa tokoh mulai dari Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo; CEO Danantara, Rosan Roeslani; Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady, hingga Boss Lippo Group, James Riady.

Diketahui sebelumnya, Ara sudah mengumumkan rusun subsidi akan dibangun pada 8/3/2026 di Meikarta. Proyek itu ditargetkan rampung pada Agustus 2028.

Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI, di Senayan, Jakarta.Peta

“8 Maret akan pasang tiang pancang. Agustus sudah naik ke atas (bangunan fisik). Agustus 2028 sudah bisa menyerahkan,” katanya pada Selasa, 10 Februari 2026.

Nantinya rusun subsidi Meikarta akan di bangun di tiga titik lahan yang masing-masing memiliki luasnya 10 hektare.

Ia menyatakan tanah di Meikarta tersebut merupakan hibah sehingga negara tidak mengeluarkan anggaran untuk lahannya. Ada pun, tanah tersebut semula merupakan milik PT Lippo Cikarang Tbk.

“Jadi kalau bicara kreativitas, kita sampaikan secara terbuka tanahnya 30 hektare hibah. Negara mendapatkan hibah. Jadi negara tidak mengeluarkan uang untuk tanahnya,” ungkapnya.

Setiap titik akan dibangun 18 tower yang setiap towernya terdiri dari 2.600 unit. Berarti akan ada 141.000 unit tersedia di sana.

Tipe kamar terdiri dari kamar 1, kamar 2, dan kamar 3. Ukurannya ada yang 25, 35, hingga 45 meter persegi. Berarti akan ada 141.000 unit tersedia di sana.

(Farid Hidayat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *