Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Operasi Cipkon Patroli Skala Besar dalam rangka Jamin Kamtibmas Aman

308
×

Operasi Cipkon Patroli Skala Besar dalam rangka Jamin Kamtibmas Aman

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Dalam rangka menjamin Kamtibmas yang Aman kondusif di Pelabuhan Tanjung Priok, dan mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, Polres Pelabuhan Tanjung Priok melaksanakan Operasi Cipkon Patroli Skala Besar sebagai bagian dari upaya penanggulangan terjadinya gangguan Kamtibmas dan peningkatan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak pidana.

Kepada pewarta, Perwira Pengawas (Pawas) Polres Pelabuhan Tanjung Priok AKP. Parulian Siahaan, S.H., M.H., mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari menjaga dan menjamin keamanan masyarakat yang sedang melaksanakan serangkaian aktifitas pekerjaan, dan kegiatan Patroli yang dilaksanakan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polsek jajaran secara rutin dan serentak dilakukan untuk menciptakan Kamseltibcarlantas dan rasa aman bagi masyarakat Pelabuhan. Minggu (8/6/2025).

“Patroli Skala Besar secara serentak ini yang juga melibatkan Polsek jajaran dilaksanakan dalam rangka menjaga keamanan aktifitas kepelabuhanan dan libur idul adha yang perlu pengamanan secara rutin dan berkelanjutan serta memberantas aksi premanisme maupun pungli ” ungkapnya.

Patroli Skala Besar ini, diikuti juga oleh Stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok yaitu PFSO PT. Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Satpam. Adapun Rute Patroli yaitu Obyek Vital Nasional PT. Indonesia Power, Terminal Nusantara Pura 2 Pelni, JICT 1, PT. Vopak Terminal Jakarta dan Wilayah Hukum Polsek Kawasan Kalibaru, Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Polsek Kawasan Muara Baru.

“Patroli Skala Besar tersebut juga menyampaikan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat terkait peran serta masyarakat baik secara sadar/tidak adalah sebagai unsur pengaman diri sendiri dan lingkungannya, kami minta Pos Satuan Keamanan di Pelabuhan Tanjung Priok, dapat digunakan sebagai Pos Jaga kumpul pekerja, untuk bertukar informasi dan silaturahmi” ungkapnya.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok berkomitmen akan menindak tegas siapapun yang melanggar aturan, namun kami menyadari bahwa kami juga membutuhkan bantuan dan kerjasama setiap elemen masyarakat, karena tanpa dukungan rekan-rekan sekalian, Polri tidak akan mampu menangani persoalan dan bekerja dengan optimal.

“Kita harus lebih responsif, peduli, dan empati apabila menemukan tindakan-tindakan kriminal dapat melaporkan kepada pihak Kepolisian dalam hal ini melalui Hotline Center 110 bebas pulsa atau telphone / WA 08139911160, serta bisa datang langsung ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok atau Polsek terdekat, jadi apabila ada laporan dapat dicek dan ditindak lanjut oleh para Personel Polri khususnya Personel Polres Pelabuhan Tanjung Priok, untuk dapat mengantisipasi dan menangani kasus-kasus yang dilaporkan secara baik, humanis cepat, tepat, transparan dan sesuai dengan kaedah hukum yang berlaku”.

AKP Parulian berharap, kegiatan ini merupakan komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok dalam menjamin dan menjaga keamanan serta ketertiban di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Dengan adanya Patroli Skala Besar, diharapkan dapat mencegah potensi gangguan keamanan yang bisa mengganggu Kamtibmas. Ini juga merupakan bentuk tanggung jawab Kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, sehingga mereka dapat berpartisipasi dalam Pengamanan dilingkungannya yang aman kondusif,” ungkapnya.

(Rosid)

An – 26 Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas Tanpa Tanda Serangan KRIMEA – Dugaan gangguan teknis menjadi fokus awal penyelidikan jatuhnya pesawat angkut militer Rusia jenis Antonov An-26 di wilayah Semenanjung Krimea yang menewaskan seluruh 29 orang di dalamnya. Insiden ini terjadi saat pesawat menjalankan penerbangan rutin dan kehilangan kontak dengan pusat kendali. Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pesawat terputus pada Senin 31 Maret 2026 sekitar pukul 18.00 waktu Moskow saat pesawat berada di udara dalam misi terjadwal. “Pada 31 Maret sekitar pukul 18.00 waktu Moskow, kontak hilang dengan pesawat angkut militer An-26 saat sedang menjalankan penerbangan terjadwal di atas Semenanjung Krimea,” kata kementerian tersebut, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Rabu, (01/04/2026). Tim pencarian dan penyelamatan kemudian dikerahkan dan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Dari hasil temuan di lapangan, seluruh awak dan penumpang dinyatakan meninggal dunia. “Tim pencarian dan penyelamatan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat An-26. Berdasarkan laporan dari lokasi, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya tewas,” tambah kementerian itu. Total korban dalam insiden ini mencapai 29 orang, terdiri dari enam awak dan 23 penumpang. Tidak ditemukan adanya korban selamat dalam peristiwa tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal terhadap puing-puing pesawat tidak menunjukkan adanya tanda-tanda dampak eksternal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kecelakaan kemungkinan besar dipicu oleh kegagalan teknis pada pesawat. Meski demikian, penyelidikan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut. Otoritas terkait juga tengah mengumpulkan data penerbangan dan rekaman komunikasi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan penerbangan militer, khususnya terkait kelayakan teknis armada yang digunakan dalam operasi rutin. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab kecelakaan sekaligus menjadi dasar evaluasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Berita

Targetberita.co.id Krimea – Ukraina, Dugaan gangguan teknis menjadi…