Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaCilodongDaerahDepokJawa BaratNewsTerkiniTNI / POLRI

Pangdivif 1 Kostrad Pimpin Sertijab dan Tradisi Korps

210
×

Pangdivif 1 Kostrad Pimpin Sertijab dan Tradisi Korps

Sebarkan artikel ini

Trgeterita.co.id Cilodong, Depok – Jawa Barat, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 1 Kostrad, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., memimpin langsung upacara serah terima jabatan (Sertijab) dan Tradisi Korps Prajurit Divif 1 Kostrad di Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Selasa (29/10/2024).

Acara ini mencakup serah terima jabatan Dandenpom Divif 1 Kostrad dari Letkol Cpm Tri Bagja Saptapatriadi kepada Letkol Cpm A. Sapik. Selain itu, Letkol Inf Anggun Wuriyanto diangkat sebagai Waasops Kasdivif 1 Kostrad, serta Mayor Inf Edy Pramono sebagai Kasikumtaltibprot Spers Divif 1 Kostrad.

Dalam sambutannya, Pangdivif 1 Kostrad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pejabat lama, termasuk Letkol Inf Fajar Akhirudin, Letkol Cpm Tri Bagja Saptapatriadi, Letkol Cba Eko Wahyudi, Letkol Czi Nur Fatoni, dan Mayor Inf Okto Hutabri Tanimba, atas dedikasi mereka selama bertugas di satuan Divif 1 Kostrad. “Prestasi dan reputasi yang telah ditunjukkan di satuan ini semoga akan terus berlanjut di manapun bertugas dan berada. Jaga nama baik dan kehormatan almamater serta pertahankan kepercayaan tersebut dan terus tingkatkan kualitas pengabdian,” ujarnya.

Untuk pejabat baru, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menyampaikan harapan agar mereka dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan satuan. “Selamat datang dan bergabung di Divif 1 Kostrad. Harapan kita semua, prestasi dan reputasi yang saudara miliki akan membawa nama harum satuan kita,” tambahnya.

Upacara ini menjadi simbol penting dalam menjaga tradisi korps, meningkatkan semangat kebersamaan, dan memperkuat kehormatan bagi prajurit Divif 1 Kostrad.

(Red)

An – 26 Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas Tanpa Tanda Serangan KRIMEA – Dugaan gangguan teknis menjadi fokus awal penyelidikan jatuhnya pesawat angkut militer Rusia jenis Antonov An-26 di wilayah Semenanjung Krimea yang menewaskan seluruh 29 orang di dalamnya. Insiden ini terjadi saat pesawat menjalankan penerbangan rutin dan kehilangan kontak dengan pusat kendali. Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pesawat terputus pada Senin 31 Maret 2026 sekitar pukul 18.00 waktu Moskow saat pesawat berada di udara dalam misi terjadwal. “Pada 31 Maret sekitar pukul 18.00 waktu Moskow, kontak hilang dengan pesawat angkut militer An-26 saat sedang menjalankan penerbangan terjadwal di atas Semenanjung Krimea,” kata kementerian tersebut, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Rabu, (01/04/2026). Tim pencarian dan penyelamatan kemudian dikerahkan dan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Dari hasil temuan di lapangan, seluruh awak dan penumpang dinyatakan meninggal dunia. “Tim pencarian dan penyelamatan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat An-26. Berdasarkan laporan dari lokasi, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya tewas,” tambah kementerian itu. Total korban dalam insiden ini mencapai 29 orang, terdiri dari enam awak dan 23 penumpang. Tidak ditemukan adanya korban selamat dalam peristiwa tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal terhadap puing-puing pesawat tidak menunjukkan adanya tanda-tanda dampak eksternal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kecelakaan kemungkinan besar dipicu oleh kegagalan teknis pada pesawat. Meski demikian, penyelidikan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut. Otoritas terkait juga tengah mengumpulkan data penerbangan dan rekaman komunikasi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan penerbangan militer, khususnya terkait kelayakan teknis armada yang digunakan dalam operasi rutin. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab kecelakaan sekaligus menjadi dasar evaluasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Berita

Targetberita.co.id Krimea – Ukraina, Dugaan gangguan teknis menjadi…