Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Perjalanan Praka Mar Nasir, Dari Buruh Batu Menjadi Tentara Personel Elit Denjaka

51
×

Perjalanan Praka Mar Nasir, Dari Buruh Batu Menjadi Tentara Personel Elit Denjaka

Sebarkan artikel ini
https://targetberita.co.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-14-at-19.21.23.jpeg

Targetberita.co.id Jakarta, Kisah sukses Praka Mar Nasir, putra asli Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi bukti nyata bahwa tekad kuat mampu mengubah nasib.

Lahir di Sandakan, Malaysia, pada 23 Desember 1993, Nasir yang dulunya hanya buruh batu dan sering diremehkan orang sekitar, kini bangkit sebagai satu-satunya wakil Kalimantan Utara yang menyandang predikat personel terbaik Pasukan Elite Denjaka TNI Angkatan Laut.

Semua bermula dari semangat tak kenal lelah untuk mengubah nasib keluarga. “Dulu saya dianggap gagal, tapi saya buktikan sebaliknya,” ungkap Nasir dalam perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan.

Dari latar belakang sederhana di Nunukan, ia bergabung dengan TNI AL dan meniti karir hingga menjadi anggota Denjaka, satuan elite yang dikenal dengan tugas-tugas berisiko tinggi.

Prestasinya tak main-main. Nasir sering meraih juara dalam lomba sniper tingkat nasional, menunjukkan ketepatan dan keahlian luar biasa.

Kemampuan ini membawanya menjalani misi internasional, termasuk bergabung dengan pasukan PBB UNIFIL di Lebanon.

Tak berhenti di situ, ia juga mengikuti pelatihan khusus sniper di Pusat Pelatihan Khusus KASOTC, Yordania, yang semakin mematangkan skill-nya sebagai prajurit kelas dunia.

Kini, Nasir menjadi teladan bagi generasi muda Kalimantan Utara. Kisahnya menginspirasi ribuan pemuda untuk bangkit dari keterbatasan, membuktikan bahwa asal-usul bukan penghalang menuju puncak prestasi. “Ini untuk keluarga dan daerah saya,” katanya sederhana.

Pemerintah daerah Nunukan pun bangga. “Nasir adalah kebanggaan kami, satu-satunya putra terbaik yang mewakili Kalimantan Utara di level nasional dan internasional,” ujar seorang pejabat setempat.

(Agus)